Aku Dan Kampung Halaman Ku
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Baiklah di sini saya akan menceritakan tentang kampong halaman ku
Nama saya Siti Khusnul Fatimah saya lahir di Desa Tasik Malaya Kecamatan Batu Ampar. Saya anak kedua dari 4 (empat) bersaudara, saat ini saya kuliah di Institut Agama Islam Pontianak. Walaupun saya tinggal di kota sekarang tetapi saya selalu teringat dengan kampong halaman saya. Kampung saya letaknya sangat strategis. Kampong saya di desa tasik Malaya kecamatan batu ampar di sana terdapat sawah-sawah,dan lautan yang terbentang luas dengan pemandangan yang sangat indah dan bagus. Meskipun tidak ada mol dan gedung-gedung mewah di desa tasik Malaya banyak terdapat wisata yang bagus untuk refresing. Seperti di pantai, pelabuhan, dan hutan mangrove padang tikar dan masih banyak lagi tempat yang sangat indah.
Di kampong saya banyak sekali yang menikah muda, tetapi tidak dengan saya karena saya ingin maju dengan jaman sekarang ini harus punya karier dan pegangan hidup untuk masa depan dan membahagiakan kedua orang tua saya. Rata-rata penduduk kampung saya muslim semua seandainya ada yang berbeda hanya pendatang saja. Suasana di kampung saya pada saat pagi hari semua orang mempunyai aktivitas masing-masing, para petani pergi ke kebun atau ke sawah, bagi anak-anak yang sekolah pergi ke sekolah, dan guru-guru pergi mengajar. Pada siang hari mereka semua berkumpul di rumah untuk istirahat para petani melanjutkan kembali kegiatannya setelah istirahat tepatnya setelah jam 2 (dua) siang. Pada sore hari di kampung saya yang banyak terlihat adalah anak-anak remaja, mereka juga mempunyai kegiatan masing-masing pada sore harinya ada yang bermain voly, bermain sepak bola, dan banyak juga yang membantu orang tua mereka ke sawah. Bila maghrib tiba bagi bapak-bapak dan anak lelaki pergi ke masjid untuk shalat berjama’ah dan perempuan tetap di rumah berbeda sekali dengan di kota. Bila di kota saya melihat ketika maghrib jalanan masih ramai, laki-laki perempuan masih banyak yang nongkrong di café-café/ warung.
Sebenarnya masyarakat di kampung saya ini cukup ramah dan ramai, namun terlihat sepi jika dalam waktu kuliah karena kebanyakan dari kami juga kuliah di luar. Kampung ini akan terlihat sangat ramai ketika libur, karena semua mahasiswa pasti akan pulang apa lagi ketika bulan ramadhan semuanya akan berkumpul, semua orang rantau pasti akan pulang. Jadi suasana kampung pun akan terasa berbeda dan lebih terasa hidup. Karena jalanan akan sangat ramai. Nah ada lagi yang unik di kampung ini, di sana juga menggunakan Bahasa yang berbeda-beda seperti Bahasa melayu, bugis dan Madura dan sebagainya. Tetapi tempat saya tinggal khususnya di desa tasik Malaya itu kebanyakan menggunakan Bahasa melayu.
Saya sangat senang sekali tinggal di kampung saya tepatnya di desa tasik Malaya, yaitu kampung yang mempunyai banyak cerita. Sekarang kampung saya sudah sedikit maju dari pada sebelumnya, sesekali pulang kampung saya selalu melihat perubahan yang terjadi seperti masjid sekarang sudah lebih bagus dari sebelumnya, ada banyak took-toko yang di bangun, banyak café-café yang sudah berdiri. Sudah beberapa bulan saya merantau untuk menuntut ilmu saya merasa banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi, saya sangat sangat senang dengan perubahan itu semoga saja ke depannya dapat lebih maju dan berkembang. Namun, saya juga berharap walaupun kampung ini sudah maju dan berkembang tetapi tidak merubah budaya dan adat yang ada. Saya merasa budaya dan adat yang sudah ada sangat cocok dengan kampung ini.