Tuesday, June 21, 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN


Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
PERANGKAT PEMBELAJARAN 
                Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu perangkat wajib yang harus disiapkan seorang guru sebelum mulai Proses Belajar mengajar. Perangkat pembelajaran ini memberikan panduan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru didalam kelas. Nah Selain itu juga, perangkat pembelajaran ini  memberikan panduan dalam membangun teknik mengajar dan memberikan panduan untuk mencapai perangkat pembelajaran yang lebih baik lagi kedepannya. Perangkat pembelajaran juga mempermudah seorang guru dalam membuat proses fasilitas dalam pembelajaran. Dengan adanya perangkat pembelajaran ini, seorang guru mudah menyampaikan materi yang hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat.
                Perangkat pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibrahim (dalam Trianto, 2007: 68) menyatakan bahwa “perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa silabus, RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB), serta Media Alat Peraga pembelajaran”. Jadi, Perangkat Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
Ada beberapa  perangkat pembelajaran yaitu:
1. Silabus 
           Silabus  adalah rencana detail mengenai susunan atau urutan mengajar guru yang dibuat dalam kategori tema atau mata pelajaran tertentu. Elemen dari silabus sendiri terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Raihan Kompetensi, Materi/Konten Pembelajaran, Kuota Waktu, Penilaian serta Sumber Belajar yang dipakai.
           Silabus juga bisa disebut sebagai rangkuman dari kurikulum sebab silabus terdiri dari media, target pencapaian dsb. Jadi pada dasarnya silabus ini berfungsi untuk membantu mengarahkan pendidik mengenai target yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran, dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pengembangan pembelajaran lebih lanjut, misalnya seperti pengembangan sistem penilaian atau lainnya. Selain itu, fungsi silabus bagi peserta didik sebagai acuan untuk menyusun rencana pembelajaran, baik rencana pembelajaran secara berkelompok maupun individu.
Elemen rinci silabus terdiri dari:
a. Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
b. Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
c. Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
d. Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
e. Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
f. Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
            Setelah silabus tersusun berikutnya yang dilakukan guru adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 dalam Kunandar (2014: 5) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.
            Mulyasa (2008: 212) menyatakan bahwa “RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus”. Sedangkan menurut Imas dan Berlin (2014: 1) “Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah program perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan”.
             Sehingga dapat dikatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan perencanaan pendek untuk memperkirakan seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa maupun guru dalam kegiatan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perangkat pembelajaran yang berisi perencanaan dalam kegiatan pembelajaran yang harus dibuat sendiri oleh guru sebelum memasuki kelas sehingga menghasilkan pembelajaran yang efektif dan bermakna.
             Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 (2016: 6-9) menjelaskan bahwa: RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. 
RPP mencakup sebagai berikut:
(1) Identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; 
(2) alokasi waktu; 
(3) Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK); 
(4) materi pembelajaran; 
(5) kegiatan pembelajaran; 
(6) penilaian; dan 
(7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

3. Pembelajaran
         Media pembelajaran itu guru membutuhkan berbagai jenis media untuk mendorong siswanya belajar. Media pembelajaran adalah merupakan salah satu metode atau alat yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan untuk merangsang pola belajar, mendukung keberhasilan proses belajar mengajar, dan memungkinkan kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuannya secara efektif. Ada berbagai jenis media pembelajaran yang tersedia. Dan di zaman modern ini, peran teknologi sudah memasuki banyak aspek, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu tantangan media Pembelajaran merupakan membangkitkan minat peserta didik terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Pada kenyataannya, pembelajaran sering kali masih diabaikan dengan berbagai alasan. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap moderator sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mempelajari media tersebut. Fungsi media pembelajaran dapat membantu memudahkan belajar bagi peserta didik dan pendidik, memberikan pengalaman lebih nyata, menarik perhatian dan minat belajar peserta didik, dan dapat membangkitkan menyamakan antara teori dengan realita 
4. Bahan Ajar
          Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
         Jenis  bahan ajar dibedakan atas beberapa kriteria pengelompokan. Menurut Koesnandar (2008), jenis bahan ajar berdasarkan subjeknya terdiri dari dua jenis antara lain: (a) bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar, seperti buku, handouts, LKS dan modul; (b) bahan ajar yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar, misalnya kliping, koran, film, iklan atau berita. Koesnandar juga menyatakan bahwa jika ditinjau dari fungsinya, maka bahan ajar yang dirancang terdiri atas tiga kelompok yaitu bahan presentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri.
           Berdasarkan teknologi yang digunakan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (2008: 11) mengelompokkan bahan ajar menjadi empat kategori, yaitu bahan ajar cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, lembar kegiatan siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan model/maket. Bahan ajar dengar (audio) antara lain kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar ( audio visual) seperti video compact disk, dan film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif dan bahan ajar berbasis web (web based learning material).
5. LKS
              Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan panduan belajar bagi siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah dalam pengerjaannya dan juga biasanya berupa soal latihan yang berisikan petunjuk dalam pemecahan masalahnya. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) juga dapat dikatakan sebagai panduan belajar di kelas bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep atau pengetahuan baru yang pastinya juga akan dibimbing oleh guru. Sebagaimana yang dikemukakan Azhar (dalam Maulida, 2009: 114), Ia menyatakan bahwa “lembar aktivitas siswa adalah lembaran yang berisi perintah-perintah yang dilakukan sesuai dengan prosedur kegiatan yang dilakukan dan persoalan[1]persoalan yang dikerjakan atau dijawab oleh siswa”. Pendapat tersebut sejalan dengan Majid (2011: 176) yang mengutarakan bahwa, “lembar kerja siswa adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, dimana tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya”.
6. Perangkat Evaluasi
              Secara umum penilaian atau evaluasi adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Evaluasi yang dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah, adalah suatu usaha untuk mengukur beberapa atribut atau tingkah laku individu seperti pengetahuan, sikap, dan ketrampilan guna membuat keputusan tentang status atribut tersebut. Keputusan yang didasarkan atas pengukuran atribut-atribut tersebut kemudian menentukan tingkat penguasaan peserta didik atau keberhasilan mengajar seorang guru setelah dibandingkan dengan standar yang telah ada atau dibuat sebelumnya. 

Monday, June 13, 2022

SISTEM EVALUASI

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
SISTEM EVALUASI
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil yang telah di capai oleh pendidik dalam proses pembelajaran yaitu melalui evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi dan penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan proses untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Jadi, evaluasi pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi secara sistematis untuk menetapkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian, yang dalam prosesnya melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pelaporan. Ketiga tahap itu harus sejalan dengan prinsip-prinsip umum dalam evaluasi pembelajaran yang harus dipenuhi untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, yaitu prinsip kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, kooperatif, dan praktis.
Dalam proses pembelajaran di kelas, guru tentunya membutuhkan sistem evaluasi, karena ada sistem evaluasi yang dilakukan oleh guru, dan perkembangan belajar siswa dapat terlihat. Jika kelas seorang guru dapat menginspirasi potensi siswa, maka prestasi guru dalam mendidik siswa akan menjadi sesuatu yang membanggakan. Sebelumnya kita sudah membahas apa itu penilaian.
Penilaian itu sendiri adalah suatu proses memperoleh data dan informasi untuk menentukan tingkat potensi dan kemajuan siswa dalam belajar sehingga dapat dilakukan penilaian dan perbaikan untuk memaksimalkan prestasi siswa. Penilaian itu sendiri memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Penilaian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan belajar siswa agar dapat memahami kelebihan dan kekurangannya pada setiap bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajari.

2. Penilaian bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses persekolahan dan pengajaran, yaitu sejauh mana efektifitasnya dalam mengubah perilaku siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang dimaksudkan.
3. Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan tindak lanjut hasil evaluasi, yaitu untuk menyempurnakan dan menyempurnakan rencana pengajaran pendidikan dan strategi pelaksanaannya.
4. Tujuan penilaian adalah untuk meminta pertanggungjawaban sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Namun bukan hanya sekedar tujuan, evaluasi juga memiliki peran tersendiri, yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi formasi
Fitur ini dapat digunakan untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk meningkatkan proses pembelajaran dan untuk perencanaan remedial jika siswa membutuhkannya.
2. Fungsi penjumlahan
Fitur ini dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan atau hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada pihak-pihak, untuk menentukan kenaikan nilai, dan untuk menentukan kelulusan siswa.
3. Fungsi diagnostik
Fungsi ini membantu untuk memahami latar belakang siswa yang mengalami kesulitan belajar, termasuk latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memecahkan kesulitan tersebut.
4. Fungsi penempatan
Fitur ini membantu menempatkan siswa dalam lingkungan belajar yang sesuai berdasarkan tingkat kemampuan mereka (misalnya, mengidentifikasi jurusan).
Selain tujuan dan fungsinya, evaluasi ini memiliki prinsip tersendiri yang harus diterapkan dan tidak boleh menyimpang dari prinsip yang telah ditetapkan. Prinsip evaluasi tersebut meliputi:

1. Sahih, yaitu penilaian harus berdasarkan data yang mencerminkan kemampuan yang terukur, tidak ada pemalsuan data.
2. Obyektif, artinya penilaian harus berdasarkan prosedur dan kriteria yang jelas, bebas dari subjektifitas penilai.
3. Pemerataan, artinya penilaian harus tepat dan karenanya tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena kebutuhan khusus mereka dan perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan latar belakang gender.
4. Sintesis, yaitu penilaian merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran.
5. Publisitas berarti prosedur evaluasi, kriteria evaluasi, dan dasar pengambilan keputusan harus diketahui oleh pihak-pihak terkait.
6. Komprehensif dan berkesinambungan artinya penilaian harus mencakup seluruh aspek kompetensi, dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang tepat untuk memantau dan menilai perkembangan kompetensi siswa.
7. Sistematis, artinya evaluasi harus dilakukan secara terencana dan bertahap, yaitu sesuai prosedur standar.
8. Toxic Criteria, artinya penilaian harus didasarkan pada skala pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.
9. Akuntabel artinya penilaian harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik maupun hasil.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu memperhatikan evaluasi program pembelajaran yang diterapkan di kelas. Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru merupakan salah satu elemen kunci dalam proses belajar mengajar. Penilaian ini dilakukan oleh guru setelah proses pembelajaran atau transfer pengetahuan melalui tugas dan materi yang diinstruksikan selesai. Penilaian yang dilakukan oleh guru dapat bersifat formatif dan komprehensif. Ketika evaluasi selesai, evaluasi selesai. Pengertian evaluasi sebagai evaluasi pembelajaran tidak terlalu tepat. Hal ini dikarenakan penilaian yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran hanya dimungkinkan dalam batas-batas tertentu, yaitu berkenaan dengan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah atau belum tercapai. Penilaian pembelajaran tidak hanya mengkaji nilai yang diukur dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru, tetapi penilaian program juga mengkaji banyak faktor. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkenalkan evaluasi program kepada semua guru, karena evaluasi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 
 Ada tujuh hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi program pembelajaran: 
1. Analisis Kebutuhan 
 Dalam hal ini, analisis dilakukan oleh guru untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan memprioritaskan pemecahannya. Analisis dilakukan oleh guru dan penentuan kebutuhan siswa dilakukan baik secara individu maupun kelompok. 
 2. Menentukan tujuan ujian 
 Selain itu, guru juga harus menentukan tujuan ujian. Tujuan evaluasi harus jelas dan jelas karena sangat mempengaruhi arah, ruang lingkup materi, model pembelajaran yang digunakan, dan karakteristik alat evaluasi. Tujuan evaluasi harus didasarkan pada jenis evaluasi yang dilakukan oleh guru. Sebagai contoh: B. Penilaian formatif, komprehensif, penilaian, atau diagnostik. Saat mengembangkan tujuan evaluasi, Anda perlu mempertimbangkan cakupan hasil belajar siswa Anda. 
 3. Mengidentifikasi Kompetensi dan Hasil Belajar 
 Guru mengidentifikasi kemampuan dan hasil belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang ada pada kurikulum yang berlaku, mulai dari kriteria kompetensi, kompetensi inti, hasil belajar siswa hingga indikator peningkatan pembelajaran. 
 4 Membuat kisi-kisi
Dalam hal ini, membuat kisi yang dibuat oleh guru terkait dengan evaluasi yang terkait dengan materi yang diajarkan guru kepada siswa. Fitur grid adalah panduan untuk menulis dan mengedit pertanyaan pada tes siswa. Grid juga perlu didasarkan pada silabus, sehingga guru harus terlebih dahulu menganalisis silabus sebelum merakit grid. 
5. Rancangan Perangkat Pengembangan 
 Perangkat evaluasi yang dirancang guru dapat dalam format tes atau non-tes. Dalam bentuk tes, ini berarti guru harus mengajukan pertanyaan dengan pertanyaan yang jelas dan terfokus. Dalam bentuk non tes, guru dapat melakukannya dalam bentuk angket, lembar observasi, kegiatan wawancara dan penelitian dokumen. 
 6. Pengujian dan Analisis Masalah 
 Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan yang perlu diubah, diperbaiki, atau bahkan dibuang, dan pertanyaan-pertanyaan yang layak untuk digunakan lebih lanjut. Soal yang baik adalah soal yang telah diuji dan direvisi berdasarkan analisis empiris dan rasional. 
 7. Memodifikasi dan Mengedit Soal 
Setelah memeriksa dan menganalisis soal, langkah selanjutnya adalah memodifikasi soal sesuai dengan hubungan antara kesukaran soal dan selektivitas. Ada pertanyaan yang dapat diperbaiki mengenai bahasa dan konten, dan pertanyaan yang perlu diperbaiki sepenuhnya.

Tuesday, June 7, 2022

STRATEGI PEMBELAJARAN

Nama : SITI KHUSNUL FATIMAH
Nim : 12001251
Kelas : 4G
STRATEGI PEMBELAJARAN
Setelah saya memahami perangkat pembelajaran yang sudah dibahas pada blog saya minggu lalu. Dimana perangkat pembelajaran merupakan kumpulan alat (bantu) yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan dan sebagainya.
Nah, dalam menjalankan proses belajar tersebut diperlukan yang namanya Strategi Pembelajaran sehingga sistem belajar mengajar di kelas tidak menjadi monoton atau membosankan serta dapat membantu siswa dalam mengembangkan pola berpikirnya. Sebagai seorang guru dan calon guru harus pandai memilih strategi mana yang tepat dalam proses pembelajaran sehingga tujuan materi pembelajaran yang disampaikan tercapai. Untuk itu, saya akan membahas tentang seluk beluk Strategi Pembelajaran.
Strategi pembelajaran menurut Frelberg & Driscoll (1992) dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang berbeda, yaitu memberikan topik pada level yang berbeda, untuk siswa yang berbeda, dan dalam konteks yang berbeda. Menurut Gerlach & Ely (1980), strategi pembelajaran adalah cara memberikan pilihan topik dalam lingkungan belajar tertentu, termasuk sifat, ruang lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Dick & Carey (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran tidak terbatas pada program kegiatan, tetapi juga mencakup materi pembelajaran atau paket pembelajaran. Strategi pembelajaran terdiri dari semua komponen topik dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Strategi pembelajaran adalah rencana, metode, dan rangkaian kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Definisi lain dari strategi pembelajaran adalah perencanaan rangkaian kegiatan yang didasarkan pada metode penggunaan dan penggunaan semua sumber daya atau kekuatan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Dapat diartikan bahwa strategi pembelajaran merupakan sebagai suatu rancangan sekaligus metode dalam mencapai tujuannya. Tujuannya disini yaitu membuat peserta didik cepat paham dan mengerti dari pembelaaran yang diberikan. Tentunya, keberhasilan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran merupakan kebanggaan bagi pendidiknya dan pertanda bahwa pendidik berhasil. Maka dari itu, sebagai seorang pendidik harus pandai memilih strategi yang tepat dan cocok digunakan, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran tersebut. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai definisi strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
1. Hilda Taba
Strategi pembelajaran adalah urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.
2. Suparman
Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.
Jenis Strategi Pembelajaran
1. Metode pengajaran
Jenis strategi pembelajaran yang menggunakan metode pedagogis adalah narasi materi dalam buku teks yang diberikan secara lisan oleh guru. Ada pro dan kontra untuk menerapkan metode pembelajaran ini. yang:
Kelebihan :
• Ini adalah cara yang mudah dan murah.
• Topik dapat dibahas lebih luas dan rinci.
• Guru dapat lebih mudah mengontrol situasi kelas.
Kekurangan :
• Siswa hanya menyerap materi yang diajarkan guru di kelas.
• Tidak ada demonstrasi khusus dari setiap materi yang disajikan.
• Pemodelan adalah cara belajar di mana konten mata pelajaran digabungkan dan disajikan kepada siswa, dan siswa sering bosan jika kemampuan bahasa guru tidak baik.
• Lebih sulit untuk menguji tingkat pemahaman siswa.
2. Metode demonstrasi dan penjelasan. 
Tujuannya agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran yang dijelaskan.
Kelebihan :
• Siswa tidak ketinggalan pemahaman karena penjelasan disertai dengan latihan.
• Proses pembelajaran juga lebih menyenangkan karena siswa tidak hanya mendengarkan.
• Melalui observasi, siswa mengembangkan pola berpikir mereka yang menghubungkan teori dengan praktik.
Kekurangan :
Diperlukan persiapan yang lebih matang dari segi bahan, peralatan, serta bahan dan tempat, jika tidak maka akan mempengaruhi tidak efektifnya proses pembelajaran. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus.
3. Strategi Pembelajaran Metode Diskusi
Strategi pembelajaran lainnya adalah dengan menggunakan metode diskusi, dimana siswa menghadapi suatu masalah untuk mencari solusi yang tepat.
Kelebihan :
• Dapat menginspirasi siswa untuk berpikir lebih kreatif.
• Siswa dapat dilatih untuk mengungkapkan pendapatnya.
• Siswa dapat mengembangkan rasa hormat terhadap perspektif satu sama lain.
Kekurangan :
• Kegiatan diskusi biasanya hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu.
• Dapat mengaburkan kesimpulan dalam kursus karena topiknya bisa lebih luas.
• Perbedaan pendapat sering menimbulkan emosi.
• Mempelajari suatu mata pelajaran membutuhkan waktu yang lama.
4. Metode simulasi
Pendekatan imitasi dalam strategi pembelajaran adalah menghadirkan situasi imitasi yang memudahkan setiap siswa dalam memahami konsep dan materi yang disajikan.
Kelebihan :
• Dapat dijadikan bekal bagi siswa untuk menghadapi situasi nyata.
• Dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.
• Dapat mengembangkan keberanian dan kepercayaan diri.
• Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
Kekurangan :
Ada banyak faktor psikologis siswa, seperti rasa malu saat simulasi.
Macam-macam Strategi Pembelajaran 
Agar kegiatan pembelajaran lebih optimal, pendidik atau guru juga dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran, seperti:
1. Strategi inkuiri atau SPI
Strategi inkuiri atau SPI atau strategi bertanya meliputi sejumlah kegiatan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses berpikir analitis dan kritis dalam menemukan dan menjawab pertanyaan. Meskipun pertanyaan dan jawaban sering diajukan tentang proses berpikir antara siswa dan guru ini.
2.Strategi ekspositoris atau SPE 
Sistem pembelajaran ekspositori adalah taktik pembelajaran yg menekankan dalam proses anugerah pengetahuan atau materi yg diberikan secara ekspresi sang pengajar pada anak didik yg ingin membantu anak didik menguasai materi secara efektif. 
3. Strategi dari taktik atau SPBM 
Pembelajaran SPBM adalah taktik pembelajaran yg memadukan beberapa aktivitas pembelajaran yg menonjolkan proses pemecahan perkara ilmiah. SPBM berdasarkan dalam psikologi kognitif, yg bisa dibebaskan menurut perkiraan bahwa belajar merupakan proses mengganti konduite melalui pengalaman. 
4. Strategi koperasi atau DSS 
Metode pembelajaran jenis ini termasuk pada rangkaian aktivitas pembelajaran yang dilakukan sang anak didik pada grup eksklusif buat mencapai rumusan tujuan pembelajaran. Strategi sistem pembelajaran kooperatif memakai grup mini atau tim yg terdiri menurut empat hingga enam orang yg mempunyai latar belakang akademis ras, kuat, atau gender.
5. Meningkatkan keterampilan berpikir atau SPPKB 
Jenis strategi ini diterapkan dalam menonjolkan kemampuan berpikir siswa. Materi yang disajikan dapat berupa membimbing siswa melalui proses menemukan konsep sendiri yang harus dikuasai dengan terus menghadapi proses dialog dan menggunakan pengalaman siswa. 
Contoh strategi pembelajaran yang sering diterapkan di beberapa tempat oleh pendidik yaitu sebagai berikut: 
1. Siswa Bermain Peran Strategi ini dilakukan supaya siswa dapat memainkan peran berdasarkan karakter yang diberikan, misalkan pendidik memberikan contoh peran yang akan dimainkan dalam jangka waktu tertentu. Contoh ini dapat mengajarkan siswa meniru karakter orang lain. 
2. Siswa Menuliskan Pengalaman Strategi pembelajaran ini dilakukan untuk mengasah kreatifitas otak siswa dalam menulis dan berpikir kembali ke pengalaman menarik atau sedih yang pernah terjadi. Dengan demikian, siswa dapat mengekspresikan sesuatu melalui tulisan. 
3. Siswa membaca nyaring Setelah menulis pengalaman, siswa juga dapat mengajak mereka untuk membacakan pengalaman yang tertulis di depan kelas dengan lantang. Strategi ini dirancang untuk melatih otak siswa. Membaca di depan kelas dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Selain itu, siswa lain sering dapat mendengar apa yang coba dibaca oleh temannya.
Tips menerapkan strategi pembelajaran yang tepat 
1.Mendorong komunikasi kelompok 
Tanyakan kepada siswa apa yang ingin mereka capai melalui studi mereka dan jalan apa yang akan mereka ambil untuk mencapainya. Pendidik dan guru mungkin meminta siswa untuk bersikap jujur dan terbuka tentang tantangan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, guru dapat memberikan solusi terbaik untuk kegiatan belajar mengajar yang nyaman. 
2. Temukan teknik belajar yang tepat Guru perlu tahu apa yang siswa mereka lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal dari waktu belajar mereka. Setelah Anda memiliki informasi ini, Anda dapat meyakinkan diri sendiri untuk melanjutkan pengembangan pendekatan baru. Termasuk beberapa pendekatan: 
1. Game edukatif, yaitu dengan mengisi berbagai kegiatan dengan game edukatif untuk mengurangi lingkungan belajar. 
2. Pikirkan aktivitas yang membutuhkan istirahat yang sering, yaitu upaya yang membutuhkan upaya untuk mengurangi energi. Mengingatkan siswa untuk berdiri, meregangkan badan, minum air putih, tertawa bersama teman, dan belajar melanjutkan kegiatan belajarnya. 
3. Ciptakan suasana yang mengganggu Susana nyaman dalam arti banyak melibatkan mulai dari kebersihan dasar hingga melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran dalam suasana yang nyaman dan tidak terganggu. Namun, setiap siswa tentu memiliki pendekatan dan preferensi yang berbeda. Di sinilah pendidik dapat menciptakan suasana berdasarkan sebagian besar suara. 
4. Fokus pada investigasi dan pemecahan masalah Kebanyakan orang menyukai tantangan, terutama tantangan baru yang bermanfaat bagi kehidupan. Strategi pembelajaran cerdas termasuk menggunakan situs web pencarian dan melakukan aktivitas berbasis pemecahan masalah selama waktu belajar siswa. 
5. Pemicu motivasi belajar Memiliki tujuan dan ide yang jelas merupakan fondasi penting dari kesuksesan. Guru juga dapat memberikan pujian kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan suatu tugas. Hal ini akan membuat siswa belajar lebih giat. 
6. Bagikan pendapat Anda Misalkan siswa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis tentang apa yang telah mereka pelajari dengan meminta mereka untuk menjelaskannya dengan kata-kata mereka sendiri. Sangat berharga dan merupakan bentuk rasa syukur karena tertarik pada apa yang ingin mereka ketahui dan bagaimana mereka memahami masalah atau tantangan.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah Nim : 12001251 Kelas : 4G PERANGKAT PEMBELAJARAN                  Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu pe...