Tuesday, June 21, 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN


Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
PERANGKAT PEMBELAJARAN 
                Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu perangkat wajib yang harus disiapkan seorang guru sebelum mulai Proses Belajar mengajar. Perangkat pembelajaran ini memberikan panduan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru didalam kelas. Nah Selain itu juga, perangkat pembelajaran ini  memberikan panduan dalam membangun teknik mengajar dan memberikan panduan untuk mencapai perangkat pembelajaran yang lebih baik lagi kedepannya. Perangkat pembelajaran juga mempermudah seorang guru dalam membuat proses fasilitas dalam pembelajaran. Dengan adanya perangkat pembelajaran ini, seorang guru mudah menyampaikan materi yang hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat.
                Perangkat pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibrahim (dalam Trianto, 2007: 68) menyatakan bahwa “perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa silabus, RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB), serta Media Alat Peraga pembelajaran”. Jadi, Perangkat Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
Ada beberapa  perangkat pembelajaran yaitu:
1. Silabus 
           Silabus  adalah rencana detail mengenai susunan atau urutan mengajar guru yang dibuat dalam kategori tema atau mata pelajaran tertentu. Elemen dari silabus sendiri terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Raihan Kompetensi, Materi/Konten Pembelajaran, Kuota Waktu, Penilaian serta Sumber Belajar yang dipakai.
           Silabus juga bisa disebut sebagai rangkuman dari kurikulum sebab silabus terdiri dari media, target pencapaian dsb. Jadi pada dasarnya silabus ini berfungsi untuk membantu mengarahkan pendidik mengenai target yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran, dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pengembangan pembelajaran lebih lanjut, misalnya seperti pengembangan sistem penilaian atau lainnya. Selain itu, fungsi silabus bagi peserta didik sebagai acuan untuk menyusun rencana pembelajaran, baik rencana pembelajaran secara berkelompok maupun individu.
Elemen rinci silabus terdiri dari:
a. Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
b. Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
c. Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
d. Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
e. Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
f. Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
            Setelah silabus tersusun berikutnya yang dilakukan guru adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 dalam Kunandar (2014: 5) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.
            Mulyasa (2008: 212) menyatakan bahwa “RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus”. Sedangkan menurut Imas dan Berlin (2014: 1) “Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah program perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan”.
             Sehingga dapat dikatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan perencanaan pendek untuk memperkirakan seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa maupun guru dalam kegiatan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perangkat pembelajaran yang berisi perencanaan dalam kegiatan pembelajaran yang harus dibuat sendiri oleh guru sebelum memasuki kelas sehingga menghasilkan pembelajaran yang efektif dan bermakna.
             Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 (2016: 6-9) menjelaskan bahwa: RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. 
RPP mencakup sebagai berikut:
(1) Identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; 
(2) alokasi waktu; 
(3) Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK); 
(4) materi pembelajaran; 
(5) kegiatan pembelajaran; 
(6) penilaian; dan 
(7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

3. Pembelajaran
         Media pembelajaran itu guru membutuhkan berbagai jenis media untuk mendorong siswanya belajar. Media pembelajaran adalah merupakan salah satu metode atau alat yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan untuk merangsang pola belajar, mendukung keberhasilan proses belajar mengajar, dan memungkinkan kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuannya secara efektif. Ada berbagai jenis media pembelajaran yang tersedia. Dan di zaman modern ini, peran teknologi sudah memasuki banyak aspek, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu tantangan media Pembelajaran merupakan membangkitkan minat peserta didik terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Pada kenyataannya, pembelajaran sering kali masih diabaikan dengan berbagai alasan. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap moderator sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mempelajari media tersebut. Fungsi media pembelajaran dapat membantu memudahkan belajar bagi peserta didik dan pendidik, memberikan pengalaman lebih nyata, menarik perhatian dan minat belajar peserta didik, dan dapat membangkitkan menyamakan antara teori dengan realita 
4. Bahan Ajar
          Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
         Jenis  bahan ajar dibedakan atas beberapa kriteria pengelompokan. Menurut Koesnandar (2008), jenis bahan ajar berdasarkan subjeknya terdiri dari dua jenis antara lain: (a) bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar, seperti buku, handouts, LKS dan modul; (b) bahan ajar yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar, misalnya kliping, koran, film, iklan atau berita. Koesnandar juga menyatakan bahwa jika ditinjau dari fungsinya, maka bahan ajar yang dirancang terdiri atas tiga kelompok yaitu bahan presentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri.
           Berdasarkan teknologi yang digunakan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (2008: 11) mengelompokkan bahan ajar menjadi empat kategori, yaitu bahan ajar cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, lembar kegiatan siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan model/maket. Bahan ajar dengar (audio) antara lain kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar ( audio visual) seperti video compact disk, dan film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif dan bahan ajar berbasis web (web based learning material).
5. LKS
              Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan panduan belajar bagi siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah dalam pengerjaannya dan juga biasanya berupa soal latihan yang berisikan petunjuk dalam pemecahan masalahnya. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) juga dapat dikatakan sebagai panduan belajar di kelas bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep atau pengetahuan baru yang pastinya juga akan dibimbing oleh guru. Sebagaimana yang dikemukakan Azhar (dalam Maulida, 2009: 114), Ia menyatakan bahwa “lembar aktivitas siswa adalah lembaran yang berisi perintah-perintah yang dilakukan sesuai dengan prosedur kegiatan yang dilakukan dan persoalan[1]persoalan yang dikerjakan atau dijawab oleh siswa”. Pendapat tersebut sejalan dengan Majid (2011: 176) yang mengutarakan bahwa, “lembar kerja siswa adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, dimana tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya”.
6. Perangkat Evaluasi
              Secara umum penilaian atau evaluasi adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Evaluasi yang dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah, adalah suatu usaha untuk mengukur beberapa atribut atau tingkah laku individu seperti pengetahuan, sikap, dan ketrampilan guna membuat keputusan tentang status atribut tersebut. Keputusan yang didasarkan atas pengukuran atribut-atribut tersebut kemudian menentukan tingkat penguasaan peserta didik atau keberhasilan mengajar seorang guru setelah dibandingkan dengan standar yang telah ada atau dibuat sebelumnya. 

Monday, June 13, 2022

SISTEM EVALUASI

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
SISTEM EVALUASI
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil yang telah di capai oleh pendidik dalam proses pembelajaran yaitu melalui evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi dan penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan proses untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Jadi, evaluasi pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi secara sistematis untuk menetapkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian, yang dalam prosesnya melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pelaporan. Ketiga tahap itu harus sejalan dengan prinsip-prinsip umum dalam evaluasi pembelajaran yang harus dipenuhi untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, yaitu prinsip kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, kooperatif, dan praktis.
Dalam proses pembelajaran di kelas, guru tentunya membutuhkan sistem evaluasi, karena ada sistem evaluasi yang dilakukan oleh guru, dan perkembangan belajar siswa dapat terlihat. Jika kelas seorang guru dapat menginspirasi potensi siswa, maka prestasi guru dalam mendidik siswa akan menjadi sesuatu yang membanggakan. Sebelumnya kita sudah membahas apa itu penilaian.
Penilaian itu sendiri adalah suatu proses memperoleh data dan informasi untuk menentukan tingkat potensi dan kemajuan siswa dalam belajar sehingga dapat dilakukan penilaian dan perbaikan untuk memaksimalkan prestasi siswa. Penilaian itu sendiri memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Penilaian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan belajar siswa agar dapat memahami kelebihan dan kekurangannya pada setiap bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajari.

2. Penilaian bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses persekolahan dan pengajaran, yaitu sejauh mana efektifitasnya dalam mengubah perilaku siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang dimaksudkan.
3. Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan tindak lanjut hasil evaluasi, yaitu untuk menyempurnakan dan menyempurnakan rencana pengajaran pendidikan dan strategi pelaksanaannya.
4. Tujuan penilaian adalah untuk meminta pertanggungjawaban sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Namun bukan hanya sekedar tujuan, evaluasi juga memiliki peran tersendiri, yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi formasi
Fitur ini dapat digunakan untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk meningkatkan proses pembelajaran dan untuk perencanaan remedial jika siswa membutuhkannya.
2. Fungsi penjumlahan
Fitur ini dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan atau hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada pihak-pihak, untuk menentukan kenaikan nilai, dan untuk menentukan kelulusan siswa.
3. Fungsi diagnostik
Fungsi ini membantu untuk memahami latar belakang siswa yang mengalami kesulitan belajar, termasuk latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memecahkan kesulitan tersebut.
4. Fungsi penempatan
Fitur ini membantu menempatkan siswa dalam lingkungan belajar yang sesuai berdasarkan tingkat kemampuan mereka (misalnya, mengidentifikasi jurusan).
Selain tujuan dan fungsinya, evaluasi ini memiliki prinsip tersendiri yang harus diterapkan dan tidak boleh menyimpang dari prinsip yang telah ditetapkan. Prinsip evaluasi tersebut meliputi:

1. Sahih, yaitu penilaian harus berdasarkan data yang mencerminkan kemampuan yang terukur, tidak ada pemalsuan data.
2. Obyektif, artinya penilaian harus berdasarkan prosedur dan kriteria yang jelas, bebas dari subjektifitas penilai.
3. Pemerataan, artinya penilaian harus tepat dan karenanya tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena kebutuhan khusus mereka dan perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan latar belakang gender.
4. Sintesis, yaitu penilaian merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran.
5. Publisitas berarti prosedur evaluasi, kriteria evaluasi, dan dasar pengambilan keputusan harus diketahui oleh pihak-pihak terkait.
6. Komprehensif dan berkesinambungan artinya penilaian harus mencakup seluruh aspek kompetensi, dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang tepat untuk memantau dan menilai perkembangan kompetensi siswa.
7. Sistematis, artinya evaluasi harus dilakukan secara terencana dan bertahap, yaitu sesuai prosedur standar.
8. Toxic Criteria, artinya penilaian harus didasarkan pada skala pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.
9. Akuntabel artinya penilaian harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik maupun hasil.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu memperhatikan evaluasi program pembelajaran yang diterapkan di kelas. Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru merupakan salah satu elemen kunci dalam proses belajar mengajar. Penilaian ini dilakukan oleh guru setelah proses pembelajaran atau transfer pengetahuan melalui tugas dan materi yang diinstruksikan selesai. Penilaian yang dilakukan oleh guru dapat bersifat formatif dan komprehensif. Ketika evaluasi selesai, evaluasi selesai. Pengertian evaluasi sebagai evaluasi pembelajaran tidak terlalu tepat. Hal ini dikarenakan penilaian yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran hanya dimungkinkan dalam batas-batas tertentu, yaitu berkenaan dengan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah atau belum tercapai. Penilaian pembelajaran tidak hanya mengkaji nilai yang diukur dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru, tetapi penilaian program juga mengkaji banyak faktor. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkenalkan evaluasi program kepada semua guru, karena evaluasi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 
 Ada tujuh hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi program pembelajaran: 
1. Analisis Kebutuhan 
 Dalam hal ini, analisis dilakukan oleh guru untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan memprioritaskan pemecahannya. Analisis dilakukan oleh guru dan penentuan kebutuhan siswa dilakukan baik secara individu maupun kelompok. 
 2. Menentukan tujuan ujian 
 Selain itu, guru juga harus menentukan tujuan ujian. Tujuan evaluasi harus jelas dan jelas karena sangat mempengaruhi arah, ruang lingkup materi, model pembelajaran yang digunakan, dan karakteristik alat evaluasi. Tujuan evaluasi harus didasarkan pada jenis evaluasi yang dilakukan oleh guru. Sebagai contoh: B. Penilaian formatif, komprehensif, penilaian, atau diagnostik. Saat mengembangkan tujuan evaluasi, Anda perlu mempertimbangkan cakupan hasil belajar siswa Anda. 
 3. Mengidentifikasi Kompetensi dan Hasil Belajar 
 Guru mengidentifikasi kemampuan dan hasil belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang ada pada kurikulum yang berlaku, mulai dari kriteria kompetensi, kompetensi inti, hasil belajar siswa hingga indikator peningkatan pembelajaran. 
 4 Membuat kisi-kisi
Dalam hal ini, membuat kisi yang dibuat oleh guru terkait dengan evaluasi yang terkait dengan materi yang diajarkan guru kepada siswa. Fitur grid adalah panduan untuk menulis dan mengedit pertanyaan pada tes siswa. Grid juga perlu didasarkan pada silabus, sehingga guru harus terlebih dahulu menganalisis silabus sebelum merakit grid. 
5. Rancangan Perangkat Pengembangan 
 Perangkat evaluasi yang dirancang guru dapat dalam format tes atau non-tes. Dalam bentuk tes, ini berarti guru harus mengajukan pertanyaan dengan pertanyaan yang jelas dan terfokus. Dalam bentuk non tes, guru dapat melakukannya dalam bentuk angket, lembar observasi, kegiatan wawancara dan penelitian dokumen. 
 6. Pengujian dan Analisis Masalah 
 Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan yang perlu diubah, diperbaiki, atau bahkan dibuang, dan pertanyaan-pertanyaan yang layak untuk digunakan lebih lanjut. Soal yang baik adalah soal yang telah diuji dan direvisi berdasarkan analisis empiris dan rasional. 
 7. Memodifikasi dan Mengedit Soal 
Setelah memeriksa dan menganalisis soal, langkah selanjutnya adalah memodifikasi soal sesuai dengan hubungan antara kesukaran soal dan selektivitas. Ada pertanyaan yang dapat diperbaiki mengenai bahasa dan konten, dan pertanyaan yang perlu diperbaiki sepenuhnya.

Tuesday, June 7, 2022

STRATEGI PEMBELAJARAN

Nama : SITI KHUSNUL FATIMAH
Nim : 12001251
Kelas : 4G
STRATEGI PEMBELAJARAN
Setelah saya memahami perangkat pembelajaran yang sudah dibahas pada blog saya minggu lalu. Dimana perangkat pembelajaran merupakan kumpulan alat (bantu) yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan dan sebagainya.
Nah, dalam menjalankan proses belajar tersebut diperlukan yang namanya Strategi Pembelajaran sehingga sistem belajar mengajar di kelas tidak menjadi monoton atau membosankan serta dapat membantu siswa dalam mengembangkan pola berpikirnya. Sebagai seorang guru dan calon guru harus pandai memilih strategi mana yang tepat dalam proses pembelajaran sehingga tujuan materi pembelajaran yang disampaikan tercapai. Untuk itu, saya akan membahas tentang seluk beluk Strategi Pembelajaran.
Strategi pembelajaran menurut Frelberg & Driscoll (1992) dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang berbeda, yaitu memberikan topik pada level yang berbeda, untuk siswa yang berbeda, dan dalam konteks yang berbeda. Menurut Gerlach & Ely (1980), strategi pembelajaran adalah cara memberikan pilihan topik dalam lingkungan belajar tertentu, termasuk sifat, ruang lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Dick & Carey (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran tidak terbatas pada program kegiatan, tetapi juga mencakup materi pembelajaran atau paket pembelajaran. Strategi pembelajaran terdiri dari semua komponen topik dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Strategi pembelajaran adalah rencana, metode, dan rangkaian kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Definisi lain dari strategi pembelajaran adalah perencanaan rangkaian kegiatan yang didasarkan pada metode penggunaan dan penggunaan semua sumber daya atau kekuatan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Dapat diartikan bahwa strategi pembelajaran merupakan sebagai suatu rancangan sekaligus metode dalam mencapai tujuannya. Tujuannya disini yaitu membuat peserta didik cepat paham dan mengerti dari pembelaaran yang diberikan. Tentunya, keberhasilan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran merupakan kebanggaan bagi pendidiknya dan pertanda bahwa pendidik berhasil. Maka dari itu, sebagai seorang pendidik harus pandai memilih strategi yang tepat dan cocok digunakan, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran tersebut. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai definisi strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
1. Hilda Taba
Strategi pembelajaran adalah urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.
2. Suparman
Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.
Jenis Strategi Pembelajaran
1. Metode pengajaran
Jenis strategi pembelajaran yang menggunakan metode pedagogis adalah narasi materi dalam buku teks yang diberikan secara lisan oleh guru. Ada pro dan kontra untuk menerapkan metode pembelajaran ini. yang:
Kelebihan :
• Ini adalah cara yang mudah dan murah.
• Topik dapat dibahas lebih luas dan rinci.
• Guru dapat lebih mudah mengontrol situasi kelas.
Kekurangan :
• Siswa hanya menyerap materi yang diajarkan guru di kelas.
• Tidak ada demonstrasi khusus dari setiap materi yang disajikan.
• Pemodelan adalah cara belajar di mana konten mata pelajaran digabungkan dan disajikan kepada siswa, dan siswa sering bosan jika kemampuan bahasa guru tidak baik.
• Lebih sulit untuk menguji tingkat pemahaman siswa.
2. Metode demonstrasi dan penjelasan. 
Tujuannya agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran yang dijelaskan.
Kelebihan :
• Siswa tidak ketinggalan pemahaman karena penjelasan disertai dengan latihan.
• Proses pembelajaran juga lebih menyenangkan karena siswa tidak hanya mendengarkan.
• Melalui observasi, siswa mengembangkan pola berpikir mereka yang menghubungkan teori dengan praktik.
Kekurangan :
Diperlukan persiapan yang lebih matang dari segi bahan, peralatan, serta bahan dan tempat, jika tidak maka akan mempengaruhi tidak efektifnya proses pembelajaran. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus.
3. Strategi Pembelajaran Metode Diskusi
Strategi pembelajaran lainnya adalah dengan menggunakan metode diskusi, dimana siswa menghadapi suatu masalah untuk mencari solusi yang tepat.
Kelebihan :
• Dapat menginspirasi siswa untuk berpikir lebih kreatif.
• Siswa dapat dilatih untuk mengungkapkan pendapatnya.
• Siswa dapat mengembangkan rasa hormat terhadap perspektif satu sama lain.
Kekurangan :
• Kegiatan diskusi biasanya hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu.
• Dapat mengaburkan kesimpulan dalam kursus karena topiknya bisa lebih luas.
• Perbedaan pendapat sering menimbulkan emosi.
• Mempelajari suatu mata pelajaran membutuhkan waktu yang lama.
4. Metode simulasi
Pendekatan imitasi dalam strategi pembelajaran adalah menghadirkan situasi imitasi yang memudahkan setiap siswa dalam memahami konsep dan materi yang disajikan.
Kelebihan :
• Dapat dijadikan bekal bagi siswa untuk menghadapi situasi nyata.
• Dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.
• Dapat mengembangkan keberanian dan kepercayaan diri.
• Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
Kekurangan :
Ada banyak faktor psikologis siswa, seperti rasa malu saat simulasi.
Macam-macam Strategi Pembelajaran 
Agar kegiatan pembelajaran lebih optimal, pendidik atau guru juga dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran, seperti:
1. Strategi inkuiri atau SPI
Strategi inkuiri atau SPI atau strategi bertanya meliputi sejumlah kegiatan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses berpikir analitis dan kritis dalam menemukan dan menjawab pertanyaan. Meskipun pertanyaan dan jawaban sering diajukan tentang proses berpikir antara siswa dan guru ini.
2.Strategi ekspositoris atau SPE 
Sistem pembelajaran ekspositori adalah taktik pembelajaran yg menekankan dalam proses anugerah pengetahuan atau materi yg diberikan secara ekspresi sang pengajar pada anak didik yg ingin membantu anak didik menguasai materi secara efektif. 
3. Strategi dari taktik atau SPBM 
Pembelajaran SPBM adalah taktik pembelajaran yg memadukan beberapa aktivitas pembelajaran yg menonjolkan proses pemecahan perkara ilmiah. SPBM berdasarkan dalam psikologi kognitif, yg bisa dibebaskan menurut perkiraan bahwa belajar merupakan proses mengganti konduite melalui pengalaman. 
4. Strategi koperasi atau DSS 
Metode pembelajaran jenis ini termasuk pada rangkaian aktivitas pembelajaran yang dilakukan sang anak didik pada grup eksklusif buat mencapai rumusan tujuan pembelajaran. Strategi sistem pembelajaran kooperatif memakai grup mini atau tim yg terdiri menurut empat hingga enam orang yg mempunyai latar belakang akademis ras, kuat, atau gender.
5. Meningkatkan keterampilan berpikir atau SPPKB 
Jenis strategi ini diterapkan dalam menonjolkan kemampuan berpikir siswa. Materi yang disajikan dapat berupa membimbing siswa melalui proses menemukan konsep sendiri yang harus dikuasai dengan terus menghadapi proses dialog dan menggunakan pengalaman siswa. 
Contoh strategi pembelajaran yang sering diterapkan di beberapa tempat oleh pendidik yaitu sebagai berikut: 
1. Siswa Bermain Peran Strategi ini dilakukan supaya siswa dapat memainkan peran berdasarkan karakter yang diberikan, misalkan pendidik memberikan contoh peran yang akan dimainkan dalam jangka waktu tertentu. Contoh ini dapat mengajarkan siswa meniru karakter orang lain. 
2. Siswa Menuliskan Pengalaman Strategi pembelajaran ini dilakukan untuk mengasah kreatifitas otak siswa dalam menulis dan berpikir kembali ke pengalaman menarik atau sedih yang pernah terjadi. Dengan demikian, siswa dapat mengekspresikan sesuatu melalui tulisan. 
3. Siswa membaca nyaring Setelah menulis pengalaman, siswa juga dapat mengajak mereka untuk membacakan pengalaman yang tertulis di depan kelas dengan lantang. Strategi ini dirancang untuk melatih otak siswa. Membaca di depan kelas dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Selain itu, siswa lain sering dapat mendengar apa yang coba dibaca oleh temannya.
Tips menerapkan strategi pembelajaran yang tepat 
1.Mendorong komunikasi kelompok 
Tanyakan kepada siswa apa yang ingin mereka capai melalui studi mereka dan jalan apa yang akan mereka ambil untuk mencapainya. Pendidik dan guru mungkin meminta siswa untuk bersikap jujur dan terbuka tentang tantangan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, guru dapat memberikan solusi terbaik untuk kegiatan belajar mengajar yang nyaman. 
2. Temukan teknik belajar yang tepat Guru perlu tahu apa yang siswa mereka lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal dari waktu belajar mereka. Setelah Anda memiliki informasi ini, Anda dapat meyakinkan diri sendiri untuk melanjutkan pengembangan pendekatan baru. Termasuk beberapa pendekatan: 
1. Game edukatif, yaitu dengan mengisi berbagai kegiatan dengan game edukatif untuk mengurangi lingkungan belajar. 
2. Pikirkan aktivitas yang membutuhkan istirahat yang sering, yaitu upaya yang membutuhkan upaya untuk mengurangi energi. Mengingatkan siswa untuk berdiri, meregangkan badan, minum air putih, tertawa bersama teman, dan belajar melanjutkan kegiatan belajarnya. 
3. Ciptakan suasana yang mengganggu Susana nyaman dalam arti banyak melibatkan mulai dari kebersihan dasar hingga melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran dalam suasana yang nyaman dan tidak terganggu. Namun, setiap siswa tentu memiliki pendekatan dan preferensi yang berbeda. Di sinilah pendidik dapat menciptakan suasana berdasarkan sebagian besar suara. 
4. Fokus pada investigasi dan pemecahan masalah Kebanyakan orang menyukai tantangan, terutama tantangan baru yang bermanfaat bagi kehidupan. Strategi pembelajaran cerdas termasuk menggunakan situs web pencarian dan melakukan aktivitas berbasis pemecahan masalah selama waktu belajar siswa. 
5. Pemicu motivasi belajar Memiliki tujuan dan ide yang jelas merupakan fondasi penting dari kesuksesan. Guru juga dapat memberikan pujian kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan suatu tugas. Hal ini akan membuat siswa belajar lebih giat. 
6. Bagikan pendapat Anda Misalkan siswa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis tentang apa yang telah mereka pelajari dengan meminta mereka untuk menjelaskannya dengan kata-kata mereka sendiri. Sangat berharga dan merupakan bentuk rasa syukur karena tertarik pada apa yang ingin mereka ketahui dan bagaimana mereka memahami masalah atau tantangan.

Tuesday, May 31, 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
PERANGKAT PEMBELAJARAN
                 Perangkat adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pencapaian kegiatan yang diinginkan. Dan pembelajaran adalah proses kerjasama antara Guru dan Siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri sisiwa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tententu. Jadi perangkat pembelajaran adalah serangkaian media atau sarana yang digunakan dan dipersiapkan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Sedangkan Pengembangan perangkat pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada.
                Perangkat pembelajaran adalah kumpulan alat (bantu) yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan dan sebagainya. Misi dari perangkat pembelajaran yaitu agar segala aktivitas guru dalam pembelajaran bisa lebih efisien dan efektif serta sukses. Selain itu manfaat atau fungsi dari perangkat pembelajaran itu sendiri adalah sebagai pedoman guru dalam aktivitas belajar mengajar. Jadi perangkat pembelajaran adalah instrumen atau perlengkapan untuk melakukan kegiatan mendidik siswa. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk aktivitas pembelajaran, baik itu di dalam kelas, luar kelas dan laboratorium.
Jenis-Jenis Perangkat Pembelajaran adalah :
1. Silabus
     Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber atau bahan atau alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
     Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar. Silabus juga dapat diartikan sebagai rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat. Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian yang ingin dicapai dan dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Elemen rinci silabus terdiri dari:
·   Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
·  Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
·   Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
·   Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
·   Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
·  Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran
2. Program Tahunan
     Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai tujuan (standar kompetensi dan kompetensi dasar) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.
     Dalam program tahunan inilah disusun program perencanaan penetapan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar yang harus dicapai. Penyusunan program tahunan pada dasarnya adalah menetapkan jumlah waktu yang tersedia untuk setiap kompetensi dasar. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan program tahunan adalah:
a. Lihat berapa jam alokasi waktu setiap mata pelajaran dalam seminggu dalam struktur kurikulum seperti yang telah ditetapkan pemerintah.
b. Analisis berapa minggu efektif dalam setiap semester, seperti yang telah kita tetapkan dalam gambaran alokasi efektif. Melalui analisis tersebut kita dapat menentukan berapa minggu waktu yang tersedia untuk pelaksanaan proses pembelajaran, Penentuan alokasi waktu didasarkan kepada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.
3. Program Semester
     Rencana program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar, sedangkan program semester diarahkan untuk menjawab minggu keberapa atau kapan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar itu dilakukan.
Cara mengembangkan progam semester yaitu :
a. Tentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dalam hal ini guru tidak perlu merumuskan SK dan KD, sebab semuanya sudah ditentukan dalam Standar Isi yakni pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah kita kenal, kecuali kalau kita memang diharuskan merumuskan SK dan KD, misalnya dalam merumuskan kurikulum muatan lokal.
b. Lihat program tahunan yang telah kita susun untuk menentukan alokasi waktu atau jumlah jam pelajaran setiap SK dan KD itu.
c. Tentukan pada bulan dan minggu keberapa proses pembelajaran KD itu akan dilaksanakan.
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
     Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan ditetapkan guru dalam pembelajaran di kelas. RPP pada hakekatnya merupakan perencanaan untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dengan demikian, RPP merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. RPP perlu dikembangkan untuk menkoordinasikan komponen pembelajaran, yakni: kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian. Kompetensi dasar berfungsi mengembangkan potensi peserta didik, materi standar berfungsi memberi makna terhadap kompetensi dasar, indikator hasil belajar berfungsi menunjukan keberhasilan pembentukan kompetensi peserta didik, sedangkan penilaian berfungsi mengukur pembentukan kompetensi dan menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila kompetensi standar belum terbentuk atau belum tercapai.
Ini adalah elemen yang terkandung pada RPP:
·         Indikator/parameter pembelajaran
·         Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)
·         Skenario Pembelajaran
·         Model Pembelajaran
·         LKS (Lembar Kerja Siswa)
·         Pokok pembahasan
·         Pengukuran Hasil Belajar
·         Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran
Pentingnya Perangkat Pembelajaran Bagi Seorang Guru antara lain :
1. Perangkat pembelajaran sebagai panduan
Perangkat pembelajaran adalah sebagai panduan atau pemberi arah bagi seorang guru. Hal tersebut penting karena proses pembelajaran adalah sesuatu yang sistematis dan terpola. Masih banyak guru yang hilang arah atau bingung ditengah-tengah proses pembelajaran hanya karena tidak memiliki perangkat pembelajaran. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran memberi panduan apa yang harus dilakukan seorang guru di dalam kelas. Selain itu, perangkat pembelajaran memberi panduan dalam mengembangkan teknik mengajar dan memberi panduan untuk merancang perangkat yang lebih baik.
2. Perangkat pembelajaran sebagai tolak ukur
Seorang guru yang profesional tentu mengevaluasi setiap hasil mengajarnya. Begitu pula dengan perangkat pembelajaran. Guru dapat mengevaluasi diri nya sendiri sejauh mana perangkat pembelajaran yang telah dirancang teraplikasi di dalam kelas. Evaluasi tersebut penting untuk terus meningkatkan profesionalime seorang guru. Kegiatan evaluasi bisa dimulai dengan membandingkan dari berbagai aktivitas di kelas, strategi, metode atau bahkan langkah pembelajaran dengan data yang ada di perangkat pembelajaran.
3. Perangkat pembelajaran sebagai peningkatan profesionalisme
Profesionalisme seorang guru dapat ditingkatkan dengan perangkat pembelajaran. Dengan kata lain, bahwa perangkat pembelajaran tidak hanya sebagai kelengkapan administrasi. Tetapi juga sebagai media peningkatan profesionalisme. Seorang guru harus menggunakan dan mengembangkan perangkat pembelajarannya semaksimal mungkin. Memperbaiki segala yang terkait dengan proses pembelajaran lewat perangkatnya. Jika tidak demikian, maka kemampuan sang guru tidak akan berkembang bahkan mungkin menurun.
4. Mempermudah
Perangkat pembelajaran mempermudah seorang guru dalam membantu proses fasilitasi pembelajaran. Dengan perangkat pembelajaran, seorang guru mudah menyampaikan materi hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat.
Sekian wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Monday, May 23, 2022

KURIKULUM


Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
Kurikulum merupakan hal yang sangat terpenting didalam pendidikan di Indonesia, nah kurikulum juga menjadi dasar dari pendidikan karena didalam kurikulum itu terdapat materi pembelajaran, tujuan dari pendidikan, bahkan penyelenggaraan dalam pendidikan. Kurikulum ini berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran yang baik. Jadi, kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut beberapa parah ahli seperti Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, bahwa kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar.
       Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana. Jadi kurikulum merupakan inti dari pendidikan dimana kurikulum tersebut berisikan serangkaian. Tujuan, bahkan materi pembelajaran. Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai. Kurikulum berfungsi sebagai ada beberapa fungsi dari kurikulum yaitu Fungsi Untuk Penyelenggara, sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikam. Dalam funsgi ini, fungsi kurikulum dibagi lagi menjadi 2 yaitu Fungsi Integrasi (menjadi alat untuk membentuk pribadi peserta didik) dan kedua Fungsi Persiapan (mempersiapkan peserta didik untuk kejenjang berikutnya contoh dari sd maka kurikulum mempersiapkan perserta didik ke jenjang berikutnya yaitu smp). Fingsi penyesuaian (kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat), fungsi diferensiasi (memperhatikan pelayanan kepada peserta didik, karna setiap peserta didik memiliki perbedaa angara satu sama lain), fungsi dianostik (memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki setiap siswa untuk dapat digali dan diasah sehingga. Potensi tersebut dapat menjadi kelebihan dari peserta didik atau bahkan menjadikan bakat yang nantinya bisa mengangarkan peserta didik sukses), fungsi pemilihan (selain mengarahkan petensi peserta didik, kurikulum juga memberikan fasilitas kepada siswa dengan memberikan kesempatan dalam pemilihan program belajar sesuaj minat dan bakat masing-masing). Selain fungsi-fungsi diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia. Kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi semakin maju.
            Fungsi dari kurikulum
Seperti yang telah disebutkan dalam pengertian kurikulum, di mana segala hal tentang pembelajaran peserta didik di sekolah akan dituangkan di dalamnya. Maka kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.
1. Fungsi Untuk Penyelenggara
Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah sebagai berikut:
Fungsi Integrasi
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan membentuk pribadi-pribadi peserta didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat melalui dunia pendidikan.
b. Fungsi Persiapan
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal atau persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c. Fungsi Penyesuaian
Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan cenderung dinamis.
d. Fungsi diferensiasi
Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.
e. Fungsi Diagnostik
Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut, termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
f. Fungsi Pemilihan
Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa kurikulum memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan bakat masing-masing anak.
Selain fungsi-fungsi diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia. Kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi semakin maju.
Tujuan Kurikulum
Kurikulum bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Selain itu, kurikulum juga bertujuan untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
         Kurikulum terdiri dari lima komponen antara lain sebagai berikut.
1. Tujuan Kurikulum
Setiap negara memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa. Maka dari itu, setiap negara merumuskan tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui kurikulum.
Kurikulum di setiap negara berbeda-beda berdasarkan pada falsafah negara, keadaan sosial politik, serta sumber daya manusia dan alam yang terdapat pada negara tersebut.
Di Indonesia, tujuan pendidikan dirumuskan antara lain sebagai berikut.
Tujuan pendidikan dasar yang meletakkan fondasi dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan siap mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut.
b. Tujuan pendidikan menengah, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan sehingga dapat hidup mandiri dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Materi dalam Kurikulum.
Komponen kedua adalah materi. Jadi, di dalam kurikulum akan dimuat materi yang berbentuk bahan ajar untuk kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas demi tercapainya tujuan pembelajaran. Adapun materi di dalam kurikulum tidak boleh dibuat dengan sembarangan. Materi yang dicantumkan harus sesuai dengan perkembangan setiap siswa dan bermakna bagi mereka, kemudian terdiri dari pengetahuan ilmiah yang dapat diujikan kebenarannya, menjadi cerminan kenyataan nasional, serta mampu menjadi penunjang tercapainya tujuan pendidikan. Kemudian ada komponen kurikulum nomor tiga, yaitu strategi pembelajaran. Untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan, strategi menjadi sangat penting. Strategi pembelajaran dapat berupa metode dan peralatan yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik. Strategi yang diterapkan oleh setiap negara tentu tidak sama antara satu dengan lainnya. Semua itu tergantung terhadap beberapa faktor, terutama sumber daya alam dan manusianya. Semakin kaya sumber daya alam dan semakin berkualitas sumber daya manusia di suatu negara, strategi yang diterapkan dapat lebih maksimal dan bervariasi. Komponen kurikulum yang terakhir yaitu evaluasi. Evaluasi ini ditujukan untuk melakukan pemeriksaan, apakah kurikulum yang telah dibuat dan diterapkan berjalan dengan lancar, sehingga efektif dan mampu mencapai tujuan dari pendidikan.

Monday, May 16, 2022

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

NAMA : SITI KHUSNUL FATIMAH
KELAS : 4G
NIM : 12001251
MAKUL : MAGANG 1
Fitur berasal dari karakter kata Merujuk pada sifat, watak, watak, dan kebiasaan seseorang relatif tetap. Ciri-ciri siswa dapat diartikan sebagai pola perilaku secara keseluruhan atau kemampuan yang dimiliki siswa sejak lahir lingkungan, sehingga mengidentifikasi kegiatannya untuk mencapai tujuan atau sasarannya. Informasi tentang karakteristik siswa sangat diperlukan Minat belajar desain. itu seperti Disampaikan oleh Ardhana dalam fitur Asri Budiningsih (2017:11) Siswa adalah salah satu variabel dalam desain pembelajaran Biasanya didefinisikan sebagai memiliki latar belakang pengalaman Siswa memasukkan aspek lain dari keberadaan mereka sendiri, seperti: Kemampuan umum, harapan belajar dan karakteristik fisik, dan Emosi siswa yang mempengaruhi hasil belajar.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian tentang ciri-ciri Tujuan siswa adalah untuk mengenali karakteristik masing-masing siswa Berbagai data terkait identitas dan identitas siswa akan dihasilkan informasi penting yang akan digunakan untuk menentukan berbagai Cara terbaik untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan belajar. Sebuah proses belajar akan mampu Apakah itu terjadi secara efektif sangat tergantung pada seberapa tinggi Sejauh mana pendidik memahami karakteristik siswa. Memahami karakteristik siswa akan menentukan hasil belajar Tujuan yang ingin dicapai, kegiatan yang akan dilakukan dan penilaian yang tepat pelajar. Atas dasar ini, karakteristik siswa harus Fokus dan pijakan pendidik dalam semua kegiatan pembelajaran. 
Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric. Agar Anda memperoleh gambaran yang jelas tentang ragam karakteristik peserta didik tersebut, Semacam. Rasial Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas dan produk yang kaya. Balapan. Namun karena perkembangan alat transportasi yang semakin modern, seolah-olah tidak ada batas antar wilayah/suku dan tidak ada kesulitan bersekolah di daerah lain sehingga di sekolah dan kelas tertentu Kelompok multi-etnis/etnik, seperti kadang-kadang termasuk dalam satu kategori Siswa Jawa, Sunda, Madura, Minan dan Bali, antara lain. Pengaruh rasial inilah yang dibutuhkan pendidik dalam proses pembelajaran Perhatikan kebangsaan mana yang ada di kelas. Tentang data Keberagaman Ras di Kelas Menjadi Informasi Berharga Pendidik dalam proses pembelajaran. seorang pendidik Tentu saja tidak sesulit kelihatannya Multi etnis. Contoh Pak Ardi seorang pendidik di kelas 6 Sekolah Dasar yang peserta didiknya terdiri dari etnik Jawa semua atau Sunda semua, tentunya tidak sesulit ketika menghadapi peserta didik dalam satu kelas yang multi etnik. Jika Pak Ardi melakukan proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya. Kemudian ketika memberikan contoh-contoh untuk memperjelas tema yang sedang dibahasnya juga contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya. Budaya. Padahal kita sudah punya jargon komitmen anak muda yang mengakui luapansatu darah, satu tanah air, satu Indonesia, satu bangsa, satu bangsa Indonesia, dan Menjaga kesatuan bahasa Indonesia. tapi murid kita Sebagai anggota masyarakat, memiliki budaya tertentu, dan memiliki Jadilah pendukung budaya ini. budaya masyarakat kita sangat beragam, seperti seni, kepercayaan, norma, adat istiadat, dan praktik. Siswa yang kami tangani mungkin berasal dari berbagai daerah Tentu saja kami memiliki budaya yang berbeda sehingga kami berhadapan dengan kelas Kelas multikultural. Aspek budaya dari proses pembelajaran ini mempengaruhi pendidik dapat Melaksanakan pendidikan multikultural. Pendidikan Multikultural di Choirul (2016:187) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tujuannya adalah untuk membentuk “budaya manusia”, Menciptakan manusia yang beradab.
2). Materinya mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis (kultural). 
3) metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme). 
4). Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya. Atas dasar definisi dan ciri-ciri pendidikan multikultural tersebut di atas, maka pendidik dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolahnya/kelasnya. Misalnya Pak Irwan seorang pendidik disalah satu SMA ketika menjelaskan materi pelajaran dan dalam memberikan contoh-contoh perlu mempertimbangkan keberagaman budaya tersebut, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua peserta didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.
Status sosial
Manusia diciptakan Tuhan untuk bekerja mencari makan, Kesehatan, kekayaan, status dan pendapatan. Keadaan Kesehatan Latar belakang ini juga latar belakang teman sekelas sekolah kami. Siswa dalam satu kelas biasanya berasal dari sosial- ekonomi yang berbeda. Dari latar belakang pekerjaan orang tua, di Kelas kami memiliki siswa yang orang tuanya adalah pengusaha, karyawan Negara, pedagang, petani, bisa juga menjadi buruh. Pemandangan dari samping kantor Orang tua, beberapa orang tua siswa menjadi pejabat seperti presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Kepala Jalan, Kepala Desa, Kepala Kantor atau Kepala Perusahaan, Ketua RT. Selain itu, ada dari Keluarga kaya secara ekonomi, beberapa dari keluarga kaya, Ada juga siswa dari keluarga miskin. 
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai membeda- bedakan atau diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada peserta didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang sangat beragam.
Hobi
Hobi dapat dipahami sebagai perasaan suka, perasaan senang terhadap suatu objek atau aktivitas. Hurlock (1990:11) menegaskan bahwa minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas yang dipilihnya. Jika seseorang melihat sesuatu yang bermanfaat, mereka mendapatkan kepuasan dan minat di dalamnya. Lebih lanjut,
Sardiman, (2011: 76) menjelaskan bahwa minat adalah kondisi yang muncul ketika seseorang melihat ciri-ciri sementara atau signifikansi dari suatu situasi yang berkaitan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, apa yang dilihat seseorang pasti akan membangkitkan minatnya selama apa yang dilihatnya relevan dengan minat orang tersebut.
Berdasarkan fakta tersebut, minat guru, khususnya minat belajar siswa, memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu perlu terus dikembangkan dan dikembangkan sesuai dengan minat siswa. Namun seperti yang kita ketahui bahwa minat belajar siswa tidak sama, siswa memiliki minat belajar yang tinggi, sebagian siswa sedang, siswa bahkan memiliki siswa yang rendah.
Minat siswa, yang menyangkut daya gerak, mendorong siswa untuk cenderung merasa tertarik pada orang, benda, dan aktivitas, yang dapat berupa pengalaman yang dirangsang oleh aktivitas itu sendiri. terhadap suatu objek. Siswa tertarik pada suatu objek tertentu, maka siswa secara otomatis memperhatikan objek tersebut. Misalnya, siswa yang tertarik dengan seni musik akan memperhatikan ketika mendengar suara musik, bahkan suka pergi ke konser. Siswa merasa lebih mudah dan lebih antusias untuk belajar jika diiringi musik. Keterlibatan, keterlibatan atau keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat penting karena jika siswa terlibat aktif dalam pembelajaran maka hasilnya pasti akan baik. Keterlibatan dalam belajar akan terjadi ketika anak tertarik pada objek yang dipelajari, maka anak akan merasa senang dan tertarik untuk melakukan aktivitas dari objek tersebut. Manfaat dan fungsi mata pelajaran, jika manfaat dari apa yang dipelajari siswa dapat diketahui dan dipahami dengan jelas, akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Manfaat beberapa mata pelajaran sebenarnya tidak hanya untuk saat ini tetapi dapat berguna untuk masa depan, atau manfaat tidak hanya di sekolah tetapi dapat berguna Ketika sudah bekerja atau dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, minat belajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran 1087 dan harus terus ditingkatkan. Implikasinya, dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi tantangan abad 21, pendidik dapat mengadopsi berbagai model pembelajaran (pembelajaran) yang menyenangkan, menantang dan berinovasi, mengkomunikasikan tujuan/manfaat mempelajari topik/mata pelajaran, dan menggunakan berbagai bahan pembelajaran.

Saturday, April 23, 2022

KOMPETENSI GURU

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Makul : Magang 1
Kelas : 4G
KOMPETENSI GURU
Kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan layak dan bertanggung jawab.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa standar nasional pendidikan terdiri dari isi, standar proses, standar pengelolaan, standar penilaian pendidikan, dan standar pembiayaan harus ditingkatkan berkala dan berencana.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang utamanya adalah mendidik, membimbing, menilai, melatih, dan mengembangkan peserta mulai dari pendidikan dasar, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan formal.
Guru sebagai agen pembelajaran (agen pembelajaran) yaitu guru berperan sebagai fasilitator, pemacu, motivator, pemberi inspirasi, dan perekayasa pembelajaran bagi peserta didik. 
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi.
1. Kemampuan Individu
Kemampuan pertama guru adalah kemampuan kepribadian. Kemampuan kepribadian adalah jenis kemampuan pribadi yang dapat mencerminkan kedewasaan seseorang, arif, berwibawa, stabil, mantap, akhlak mulia, serta dapat menjadi panutan yang baik bagi siswa.
Kompetensi pribadi dibagi menjadi beberapa komponen, antara lain:
a. Karakter stabil dan stabil. Guru harus bertindak sesuai dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat, bangga menjadi guru, dan selalu bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.
b. kepribadian yang matang. Guru harus menunjukkan kemandirian sebagai pendidik dan memiliki etika profesi yang tinggi sebagai guru.
c. Kepribadian yang cerdas. Pendidik harus bertindak untuk kepentingan siswa, sekolah dan masyarakat serta menunjukkan pikiran yang terbuka dalam berpikir dan bertindak.
d. Jadilah karakter yang tinggi dan menjadi panutan. Guru harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku (iman dan taqwa, kejujuran, keikhlasan, tolong menolong) dan dapat diteladani oleh siswa.

2. keterampilan mengajar
Kompetensi mengajar adalah kemampuan guru untuk memahami siswa, merancang dan melaksanakan pembelajaran, mengembangkan siswa, dan menilai hasil belajar siswa untuk mencapai potensinya.
Kompetensi mengajar dibagi menjadi beberapa komponen, antara lain:
a. Mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang siswa. Dalam hal ini, guru harus memahami siswa dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian, perkembangan kognitif, dan menetapkan aturan untuk mengajar siswa.
b. Buatlah rencana pelajaran. Guru harus memahami dasar-dasar pendidikan untuk memfasilitasi pembelajaran, seperti menerapkan teori belajar dan belajar, memahami dasar-dasar pendidikan, menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, bahan ajar, kompetensi yang akan dicapai, dan menyusun desain pembelajaran.
c. untuk mempelajari. Guru harus mampu mengatur konteks pembelajaran dan melakukan pembelajaran dengan cara yang bermanfaat.
d. Merancang dan menilai pembelajaran. Guru harus dapat menggunakan metode untuk merancang dan mengevaluasi secara terus menerus proses dan hasil belajar siswa, menganalisis penilaian proses dan hasil belajar untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa, dan menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan program pembelajaran.
e. Mengembangkan peserta didik sebagai aktualisasi berbagai potensi peserta didik. Seorang guru mampu memberikan fasilitas untuk peserta didik agar dapat mengembangkan potensi akademik dan nonakademik yang mereka miliki.

3. kompetensi sosial
Kompetensi guru selanjutnya adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial adalah kemampuan seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan staf, siswa, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar sekolah.
Kompetensi sosial dalam belajar mengajar berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan masyarakat di sekitar kehidupannya, sehingga peran dan cara pandang, cara berpikir, cara bertinda selalu menjadi tolok ukur terhadap kehidupannya di masyarakat. Guru menjadi contoh yang diperlakukan secara normatif karena kebiasaannya dalam status sosialnya, oleh karena itu diperlukan sejumlah kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat di tempat dia tinggal dan berada.
Keterampilan sosial meliputi:
a. Bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak membeda-bedakan agama, jenis kelamin, kondisi fisik, ras, latar belakang keluarga, dan status sosial.
b. Guru harus mampu berkomunikasi secara santun, empati dan efektif dengan guru lain, pendidik, orang tua dan masyarakat sekitar
c. Guru dapat beradaptasi dengan pekerjaan mereka dalam budaya yang berbeda di berbagai daerah di Indonesia
d. Guru mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis.

4. Kemampuan profesional
Kompetensi guru yang terakhir adalah kompetensi profesional. Kompetensi profesional adalah pemahaman materi pembelajaran yang lebih luas dan mendalam. Meliputi penguasaan materi mata kuliah dan substansi keilmuan yang melampaui materi pembelajaran, serta penguasaan struktur dan metode ilmiah.
Ada dua hal yang perlu diketahui, dipahami dan dikuasai sehubungan dengan kompetensi.                                                                                                               Professional yaitu (1) kemampuan dasar guru dan (2) keterampilan dasar guru , keduanya yang harus dimiliki seorang guru dan merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguatan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Masing-masing kompetensi itu memiliki subkompetensi dan indikator isensial sesuai dengan jumlah bidang studi atau rumpum mata pelajaran.Kompetensi profesional meliputi:
a. Penguasaan materi, konsep, struktur dan cara berpikir ilmiah yang dapat menunjang penguasaan pembelajaran
b. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran atau bidang
c. Mengembangkan materi pembelajaran yang dikuasai secara kreatif
d. Pengembangan profesional berkelanjutan dengan mengambil tindakan reflektif
e. Menggunakan teknologi dalam komunikasi dan pengembangan diri.
Menurut Sudarmanto (2009:45), kompetensi adalah suatu atribut yang digunakan untuk menempatkan sumber daya manusia dengan kualitas yang baik dan unggul. Atribut tersebut meliputi keterampilan, pengetahuan, dan keahlian atau karakteristik tertentu.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah Nim : 12001251 Kelas : 4G PERANGKAT PEMBELAJARAN                  Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu pe...