Tuesday, May 31, 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
PERANGKAT PEMBELAJARAN
                 Perangkat adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pencapaian kegiatan yang diinginkan. Dan pembelajaran adalah proses kerjasama antara Guru dan Siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri sisiwa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tententu. Jadi perangkat pembelajaran adalah serangkaian media atau sarana yang digunakan dan dipersiapkan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Sedangkan Pengembangan perangkat pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada.
                Perangkat pembelajaran adalah kumpulan alat (bantu) yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan dan sebagainya. Misi dari perangkat pembelajaran yaitu agar segala aktivitas guru dalam pembelajaran bisa lebih efisien dan efektif serta sukses. Selain itu manfaat atau fungsi dari perangkat pembelajaran itu sendiri adalah sebagai pedoman guru dalam aktivitas belajar mengajar. Jadi perangkat pembelajaran adalah instrumen atau perlengkapan untuk melakukan kegiatan mendidik siswa. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk aktivitas pembelajaran, baik itu di dalam kelas, luar kelas dan laboratorium.
Jenis-Jenis Perangkat Pembelajaran adalah :
1. Silabus
     Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber atau bahan atau alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
     Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar. Silabus juga dapat diartikan sebagai rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat. Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian yang ingin dicapai dan dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Elemen rinci silabus terdiri dari:
·   Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
·  Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
·   Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
·   Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
·   Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
·  Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran
2. Program Tahunan
     Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai tujuan (standar kompetensi dan kompetensi dasar) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.
     Dalam program tahunan inilah disusun program perencanaan penetapan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar yang harus dicapai. Penyusunan program tahunan pada dasarnya adalah menetapkan jumlah waktu yang tersedia untuk setiap kompetensi dasar. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan program tahunan adalah:
a. Lihat berapa jam alokasi waktu setiap mata pelajaran dalam seminggu dalam struktur kurikulum seperti yang telah ditetapkan pemerintah.
b. Analisis berapa minggu efektif dalam setiap semester, seperti yang telah kita tetapkan dalam gambaran alokasi efektif. Melalui analisis tersebut kita dapat menentukan berapa minggu waktu yang tersedia untuk pelaksanaan proses pembelajaran, Penentuan alokasi waktu didasarkan kepada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.
3. Program Semester
     Rencana program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar, sedangkan program semester diarahkan untuk menjawab minggu keberapa atau kapan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar itu dilakukan.
Cara mengembangkan progam semester yaitu :
a. Tentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dalam hal ini guru tidak perlu merumuskan SK dan KD, sebab semuanya sudah ditentukan dalam Standar Isi yakni pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah kita kenal, kecuali kalau kita memang diharuskan merumuskan SK dan KD, misalnya dalam merumuskan kurikulum muatan lokal.
b. Lihat program tahunan yang telah kita susun untuk menentukan alokasi waktu atau jumlah jam pelajaran setiap SK dan KD itu.
c. Tentukan pada bulan dan minggu keberapa proses pembelajaran KD itu akan dilaksanakan.
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
     Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan ditetapkan guru dalam pembelajaran di kelas. RPP pada hakekatnya merupakan perencanaan untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dengan demikian, RPP merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. RPP perlu dikembangkan untuk menkoordinasikan komponen pembelajaran, yakni: kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian. Kompetensi dasar berfungsi mengembangkan potensi peserta didik, materi standar berfungsi memberi makna terhadap kompetensi dasar, indikator hasil belajar berfungsi menunjukan keberhasilan pembentukan kompetensi peserta didik, sedangkan penilaian berfungsi mengukur pembentukan kompetensi dan menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila kompetensi standar belum terbentuk atau belum tercapai.
Ini adalah elemen yang terkandung pada RPP:
·         Indikator/parameter pembelajaran
·         Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)
·         Skenario Pembelajaran
·         Model Pembelajaran
·         LKS (Lembar Kerja Siswa)
·         Pokok pembahasan
·         Pengukuran Hasil Belajar
·         Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran
Pentingnya Perangkat Pembelajaran Bagi Seorang Guru antara lain :
1. Perangkat pembelajaran sebagai panduan
Perangkat pembelajaran adalah sebagai panduan atau pemberi arah bagi seorang guru. Hal tersebut penting karena proses pembelajaran adalah sesuatu yang sistematis dan terpola. Masih banyak guru yang hilang arah atau bingung ditengah-tengah proses pembelajaran hanya karena tidak memiliki perangkat pembelajaran. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran memberi panduan apa yang harus dilakukan seorang guru di dalam kelas. Selain itu, perangkat pembelajaran memberi panduan dalam mengembangkan teknik mengajar dan memberi panduan untuk merancang perangkat yang lebih baik.
2. Perangkat pembelajaran sebagai tolak ukur
Seorang guru yang profesional tentu mengevaluasi setiap hasil mengajarnya. Begitu pula dengan perangkat pembelajaran. Guru dapat mengevaluasi diri nya sendiri sejauh mana perangkat pembelajaran yang telah dirancang teraplikasi di dalam kelas. Evaluasi tersebut penting untuk terus meningkatkan profesionalime seorang guru. Kegiatan evaluasi bisa dimulai dengan membandingkan dari berbagai aktivitas di kelas, strategi, metode atau bahkan langkah pembelajaran dengan data yang ada di perangkat pembelajaran.
3. Perangkat pembelajaran sebagai peningkatan profesionalisme
Profesionalisme seorang guru dapat ditingkatkan dengan perangkat pembelajaran. Dengan kata lain, bahwa perangkat pembelajaran tidak hanya sebagai kelengkapan administrasi. Tetapi juga sebagai media peningkatan profesionalisme. Seorang guru harus menggunakan dan mengembangkan perangkat pembelajarannya semaksimal mungkin. Memperbaiki segala yang terkait dengan proses pembelajaran lewat perangkatnya. Jika tidak demikian, maka kemampuan sang guru tidak akan berkembang bahkan mungkin menurun.
4. Mempermudah
Perangkat pembelajaran mempermudah seorang guru dalam membantu proses fasilitasi pembelajaran. Dengan perangkat pembelajaran, seorang guru mudah menyampaikan materi hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat.
Sekian wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Monday, May 23, 2022

KURIKULUM


Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
Kurikulum merupakan hal yang sangat terpenting didalam pendidikan di Indonesia, nah kurikulum juga menjadi dasar dari pendidikan karena didalam kurikulum itu terdapat materi pembelajaran, tujuan dari pendidikan, bahkan penyelenggaraan dalam pendidikan. Kurikulum ini berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran yang baik. Jadi, kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut beberapa parah ahli seperti Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, bahwa kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar.
       Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana. Jadi kurikulum merupakan inti dari pendidikan dimana kurikulum tersebut berisikan serangkaian. Tujuan, bahkan materi pembelajaran. Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai. Kurikulum berfungsi sebagai ada beberapa fungsi dari kurikulum yaitu Fungsi Untuk Penyelenggara, sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikam. Dalam funsgi ini, fungsi kurikulum dibagi lagi menjadi 2 yaitu Fungsi Integrasi (menjadi alat untuk membentuk pribadi peserta didik) dan kedua Fungsi Persiapan (mempersiapkan peserta didik untuk kejenjang berikutnya contoh dari sd maka kurikulum mempersiapkan perserta didik ke jenjang berikutnya yaitu smp). Fingsi penyesuaian (kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat), fungsi diferensiasi (memperhatikan pelayanan kepada peserta didik, karna setiap peserta didik memiliki perbedaa angara satu sama lain), fungsi dianostik (memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki setiap siswa untuk dapat digali dan diasah sehingga. Potensi tersebut dapat menjadi kelebihan dari peserta didik atau bahkan menjadikan bakat yang nantinya bisa mengangarkan peserta didik sukses), fungsi pemilihan (selain mengarahkan petensi peserta didik, kurikulum juga memberikan fasilitas kepada siswa dengan memberikan kesempatan dalam pemilihan program belajar sesuaj minat dan bakat masing-masing). Selain fungsi-fungsi diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia. Kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi semakin maju.
            Fungsi dari kurikulum
Seperti yang telah disebutkan dalam pengertian kurikulum, di mana segala hal tentang pembelajaran peserta didik di sekolah akan dituangkan di dalamnya. Maka kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.
1. Fungsi Untuk Penyelenggara
Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah sebagai berikut:
Fungsi Integrasi
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan membentuk pribadi-pribadi peserta didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat melalui dunia pendidikan.
b. Fungsi Persiapan
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal atau persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c. Fungsi Penyesuaian
Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan cenderung dinamis.
d. Fungsi diferensiasi
Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.
e. Fungsi Diagnostik
Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut, termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
f. Fungsi Pemilihan
Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa kurikulum memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan bakat masing-masing anak.
Selain fungsi-fungsi diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia. Kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi semakin maju.
Tujuan Kurikulum
Kurikulum bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Selain itu, kurikulum juga bertujuan untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
         Kurikulum terdiri dari lima komponen antara lain sebagai berikut.
1. Tujuan Kurikulum
Setiap negara memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa. Maka dari itu, setiap negara merumuskan tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui kurikulum.
Kurikulum di setiap negara berbeda-beda berdasarkan pada falsafah negara, keadaan sosial politik, serta sumber daya manusia dan alam yang terdapat pada negara tersebut.
Di Indonesia, tujuan pendidikan dirumuskan antara lain sebagai berikut.
Tujuan pendidikan dasar yang meletakkan fondasi dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan siap mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut.
b. Tujuan pendidikan menengah, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan sehingga dapat hidup mandiri dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Materi dalam Kurikulum.
Komponen kedua adalah materi. Jadi, di dalam kurikulum akan dimuat materi yang berbentuk bahan ajar untuk kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas demi tercapainya tujuan pembelajaran. Adapun materi di dalam kurikulum tidak boleh dibuat dengan sembarangan. Materi yang dicantumkan harus sesuai dengan perkembangan setiap siswa dan bermakna bagi mereka, kemudian terdiri dari pengetahuan ilmiah yang dapat diujikan kebenarannya, menjadi cerminan kenyataan nasional, serta mampu menjadi penunjang tercapainya tujuan pendidikan. Kemudian ada komponen kurikulum nomor tiga, yaitu strategi pembelajaran. Untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan, strategi menjadi sangat penting. Strategi pembelajaran dapat berupa metode dan peralatan yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik. Strategi yang diterapkan oleh setiap negara tentu tidak sama antara satu dengan lainnya. Semua itu tergantung terhadap beberapa faktor, terutama sumber daya alam dan manusianya. Semakin kaya sumber daya alam dan semakin berkualitas sumber daya manusia di suatu negara, strategi yang diterapkan dapat lebih maksimal dan bervariasi. Komponen kurikulum yang terakhir yaitu evaluasi. Evaluasi ini ditujukan untuk melakukan pemeriksaan, apakah kurikulum yang telah dibuat dan diterapkan berjalan dengan lancar, sehingga efektif dan mampu mencapai tujuan dari pendidikan.

Monday, May 16, 2022

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

NAMA : SITI KHUSNUL FATIMAH
KELAS : 4G
NIM : 12001251
MAKUL : MAGANG 1
Fitur berasal dari karakter kata Merujuk pada sifat, watak, watak, dan kebiasaan seseorang relatif tetap. Ciri-ciri siswa dapat diartikan sebagai pola perilaku secara keseluruhan atau kemampuan yang dimiliki siswa sejak lahir lingkungan, sehingga mengidentifikasi kegiatannya untuk mencapai tujuan atau sasarannya. Informasi tentang karakteristik siswa sangat diperlukan Minat belajar desain. itu seperti Disampaikan oleh Ardhana dalam fitur Asri Budiningsih (2017:11) Siswa adalah salah satu variabel dalam desain pembelajaran Biasanya didefinisikan sebagai memiliki latar belakang pengalaman Siswa memasukkan aspek lain dari keberadaan mereka sendiri, seperti: Kemampuan umum, harapan belajar dan karakteristik fisik, dan Emosi siswa yang mempengaruhi hasil belajar.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian tentang ciri-ciri Tujuan siswa adalah untuk mengenali karakteristik masing-masing siswa Berbagai data terkait identitas dan identitas siswa akan dihasilkan informasi penting yang akan digunakan untuk menentukan berbagai Cara terbaik untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan belajar. Sebuah proses belajar akan mampu Apakah itu terjadi secara efektif sangat tergantung pada seberapa tinggi Sejauh mana pendidik memahami karakteristik siswa. Memahami karakteristik siswa akan menentukan hasil belajar Tujuan yang ingin dicapai, kegiatan yang akan dilakukan dan penilaian yang tepat pelajar. Atas dasar ini, karakteristik siswa harus Fokus dan pijakan pendidik dalam semua kegiatan pembelajaran. 
Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric. Agar Anda memperoleh gambaran yang jelas tentang ragam karakteristik peserta didik tersebut, Semacam. Rasial Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas dan produk yang kaya. Balapan. Namun karena perkembangan alat transportasi yang semakin modern, seolah-olah tidak ada batas antar wilayah/suku dan tidak ada kesulitan bersekolah di daerah lain sehingga di sekolah dan kelas tertentu Kelompok multi-etnis/etnik, seperti kadang-kadang termasuk dalam satu kategori Siswa Jawa, Sunda, Madura, Minan dan Bali, antara lain. Pengaruh rasial inilah yang dibutuhkan pendidik dalam proses pembelajaran Perhatikan kebangsaan mana yang ada di kelas. Tentang data Keberagaman Ras di Kelas Menjadi Informasi Berharga Pendidik dalam proses pembelajaran. seorang pendidik Tentu saja tidak sesulit kelihatannya Multi etnis. Contoh Pak Ardi seorang pendidik di kelas 6 Sekolah Dasar yang peserta didiknya terdiri dari etnik Jawa semua atau Sunda semua, tentunya tidak sesulit ketika menghadapi peserta didik dalam satu kelas yang multi etnik. Jika Pak Ardi melakukan proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya. Kemudian ketika memberikan contoh-contoh untuk memperjelas tema yang sedang dibahasnya juga contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya. Budaya. Padahal kita sudah punya jargon komitmen anak muda yang mengakui luapansatu darah, satu tanah air, satu Indonesia, satu bangsa, satu bangsa Indonesia, dan Menjaga kesatuan bahasa Indonesia. tapi murid kita Sebagai anggota masyarakat, memiliki budaya tertentu, dan memiliki Jadilah pendukung budaya ini. budaya masyarakat kita sangat beragam, seperti seni, kepercayaan, norma, adat istiadat, dan praktik. Siswa yang kami tangani mungkin berasal dari berbagai daerah Tentu saja kami memiliki budaya yang berbeda sehingga kami berhadapan dengan kelas Kelas multikultural. Aspek budaya dari proses pembelajaran ini mempengaruhi pendidik dapat Melaksanakan pendidikan multikultural. Pendidikan Multikultural di Choirul (2016:187) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tujuannya adalah untuk membentuk “budaya manusia”, Menciptakan manusia yang beradab.
2). Materinya mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis (kultural). 
3) metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme). 
4). Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya. Atas dasar definisi dan ciri-ciri pendidikan multikultural tersebut di atas, maka pendidik dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolahnya/kelasnya. Misalnya Pak Irwan seorang pendidik disalah satu SMA ketika menjelaskan materi pelajaran dan dalam memberikan contoh-contoh perlu mempertimbangkan keberagaman budaya tersebut, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua peserta didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.
Status sosial
Manusia diciptakan Tuhan untuk bekerja mencari makan, Kesehatan, kekayaan, status dan pendapatan. Keadaan Kesehatan Latar belakang ini juga latar belakang teman sekelas sekolah kami. Siswa dalam satu kelas biasanya berasal dari sosial- ekonomi yang berbeda. Dari latar belakang pekerjaan orang tua, di Kelas kami memiliki siswa yang orang tuanya adalah pengusaha, karyawan Negara, pedagang, petani, bisa juga menjadi buruh. Pemandangan dari samping kantor Orang tua, beberapa orang tua siswa menjadi pejabat seperti presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Kepala Jalan, Kepala Desa, Kepala Kantor atau Kepala Perusahaan, Ketua RT. Selain itu, ada dari Keluarga kaya secara ekonomi, beberapa dari keluarga kaya, Ada juga siswa dari keluarga miskin. 
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai membeda- bedakan atau diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada peserta didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang sangat beragam.
Hobi
Hobi dapat dipahami sebagai perasaan suka, perasaan senang terhadap suatu objek atau aktivitas. Hurlock (1990:11) menegaskan bahwa minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas yang dipilihnya. Jika seseorang melihat sesuatu yang bermanfaat, mereka mendapatkan kepuasan dan minat di dalamnya. Lebih lanjut,
Sardiman, (2011: 76) menjelaskan bahwa minat adalah kondisi yang muncul ketika seseorang melihat ciri-ciri sementara atau signifikansi dari suatu situasi yang berkaitan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, apa yang dilihat seseorang pasti akan membangkitkan minatnya selama apa yang dilihatnya relevan dengan minat orang tersebut.
Berdasarkan fakta tersebut, minat guru, khususnya minat belajar siswa, memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu perlu terus dikembangkan dan dikembangkan sesuai dengan minat siswa. Namun seperti yang kita ketahui bahwa minat belajar siswa tidak sama, siswa memiliki minat belajar yang tinggi, sebagian siswa sedang, siswa bahkan memiliki siswa yang rendah.
Minat siswa, yang menyangkut daya gerak, mendorong siswa untuk cenderung merasa tertarik pada orang, benda, dan aktivitas, yang dapat berupa pengalaman yang dirangsang oleh aktivitas itu sendiri. terhadap suatu objek. Siswa tertarik pada suatu objek tertentu, maka siswa secara otomatis memperhatikan objek tersebut. Misalnya, siswa yang tertarik dengan seni musik akan memperhatikan ketika mendengar suara musik, bahkan suka pergi ke konser. Siswa merasa lebih mudah dan lebih antusias untuk belajar jika diiringi musik. Keterlibatan, keterlibatan atau keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat penting karena jika siswa terlibat aktif dalam pembelajaran maka hasilnya pasti akan baik. Keterlibatan dalam belajar akan terjadi ketika anak tertarik pada objek yang dipelajari, maka anak akan merasa senang dan tertarik untuk melakukan aktivitas dari objek tersebut. Manfaat dan fungsi mata pelajaran, jika manfaat dari apa yang dipelajari siswa dapat diketahui dan dipahami dengan jelas, akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Manfaat beberapa mata pelajaran sebenarnya tidak hanya untuk saat ini tetapi dapat berguna untuk masa depan, atau manfaat tidak hanya di sekolah tetapi dapat berguna Ketika sudah bekerja atau dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, minat belajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran 1087 dan harus terus ditingkatkan. Implikasinya, dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi tantangan abad 21, pendidik dapat mengadopsi berbagai model pembelajaran (pembelajaran) yang menyenangkan, menantang dan berinovasi, mengkomunikasikan tujuan/manfaat mempelajari topik/mata pelajaran, dan menggunakan berbagai bahan pembelajaran.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah Nim : 12001251 Kelas : 4G PERANGKAT PEMBELAJARAN                  Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu pe...