Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
Kurikulum merupakan hal yang sangat terpenting didalam pendidikan di Indonesia, nah kurikulum juga menjadi dasar dari pendidikan karena didalam kurikulum itu terdapat materi pembelajaran, tujuan dari pendidikan, bahkan penyelenggaraan dalam pendidikan. Kurikulum ini berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran yang baik. Jadi, kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut beberapa parah ahli seperti Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, bahwa kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar.
Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana. Jadi kurikulum merupakan inti dari pendidikan dimana kurikulum tersebut berisikan serangkaian. Tujuan, bahkan materi pembelajaran. Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai. Kurikulum berfungsi sebagai ada beberapa fungsi dari kurikulum yaitu Fungsi Untuk Penyelenggara, sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikam. Dalam funsgi ini, fungsi kurikulum dibagi lagi menjadi 2 yaitu Fungsi Integrasi (menjadi alat untuk membentuk pribadi peserta didik) dan kedua Fungsi Persiapan (mempersiapkan peserta didik untuk kejenjang berikutnya contoh dari sd maka kurikulum mempersiapkan perserta didik ke jenjang berikutnya yaitu smp). Fingsi penyesuaian (kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat), fungsi diferensiasi (memperhatikan pelayanan kepada peserta didik, karna setiap peserta didik memiliki perbedaa angara satu sama lain), fungsi dianostik (memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki setiap siswa untuk dapat digali dan diasah sehingga. Potensi tersebut dapat menjadi kelebihan dari peserta didik atau bahkan menjadikan bakat yang nantinya bisa mengangarkan peserta didik sukses), fungsi pemilihan (selain mengarahkan petensi peserta didik, kurikulum juga memberikan fasilitas kepada siswa dengan memberikan kesempatan dalam pemilihan program belajar sesuaj minat dan bakat masing-masing). Selain fungsi-fungsi diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia. Kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi semakin maju.
Fungsi dari kurikulum
Seperti yang telah disebutkan dalam pengertian kurikulum, di mana segala hal tentang pembelajaran peserta didik di sekolah akan dituangkan di dalamnya. Maka kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.
1. Fungsi Untuk Penyelenggara
Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah sebagai berikut:
Fungsi Integrasi
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan membentuk pribadi-pribadi peserta didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat melalui dunia pendidikan.
b. Fungsi Persiapan
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal atau persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c. Fungsi Penyesuaian
Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan cenderung dinamis.
d. Fungsi diferensiasi
Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.
e. Fungsi Diagnostik
Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut, termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
f. Fungsi Pemilihan
Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa kurikulum memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan bakat masing-masing anak.
Selain fungsi-fungsi diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia. Kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi semakin maju.
Tujuan Kurikulum
Kurikulum bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Selain itu, kurikulum juga bertujuan untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kurikulum terdiri dari lima komponen antara lain sebagai berikut.
1. Tujuan Kurikulum
Setiap negara memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa. Maka dari itu, setiap negara merumuskan tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui kurikulum.
Kurikulum di setiap negara berbeda-beda berdasarkan pada falsafah negara, keadaan sosial politik, serta sumber daya manusia dan alam yang terdapat pada negara tersebut.
Di Indonesia, tujuan pendidikan dirumuskan antara lain sebagai berikut.
Tujuan pendidikan dasar yang meletakkan fondasi dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan siap mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut.
b. Tujuan pendidikan menengah, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan sehingga dapat hidup mandiri dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Materi dalam Kurikulum.
Komponen kedua adalah materi. Jadi, di dalam kurikulum akan dimuat materi yang berbentuk bahan ajar untuk kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas demi tercapainya tujuan pembelajaran. Adapun materi di dalam kurikulum tidak boleh dibuat dengan sembarangan. Materi yang dicantumkan harus sesuai dengan perkembangan setiap siswa dan bermakna bagi mereka, kemudian terdiri dari pengetahuan ilmiah yang dapat diujikan kebenarannya, menjadi cerminan kenyataan nasional, serta mampu menjadi penunjang tercapainya tujuan pendidikan. Kemudian ada komponen kurikulum nomor tiga, yaitu strategi pembelajaran. Untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan, strategi menjadi sangat penting. Strategi pembelajaran dapat berupa metode dan peralatan yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik. Strategi yang diterapkan oleh setiap negara tentu tidak sama antara satu dengan lainnya. Semua itu tergantung terhadap beberapa faktor, terutama sumber daya alam dan manusianya. Semakin kaya sumber daya alam dan semakin berkualitas sumber daya manusia di suatu negara, strategi yang diterapkan dapat lebih maksimal dan bervariasi. Komponen kurikulum yang terakhir yaitu evaluasi. Evaluasi ini ditujukan untuk melakukan pemeriksaan, apakah kurikulum yang telah dibuat dan diterapkan berjalan dengan lancar, sehingga efektif dan mampu mencapai tujuan dari pendidikan.
No comments:
Post a Comment