Monday, June 13, 2022

SISTEM EVALUASI

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
SISTEM EVALUASI
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil yang telah di capai oleh pendidik dalam proses pembelajaran yaitu melalui evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi dan penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan proses untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Jadi, evaluasi pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi secara sistematis untuk menetapkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian, yang dalam prosesnya melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pelaporan. Ketiga tahap itu harus sejalan dengan prinsip-prinsip umum dalam evaluasi pembelajaran yang harus dipenuhi untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, yaitu prinsip kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, kooperatif, dan praktis.
Dalam proses pembelajaran di kelas, guru tentunya membutuhkan sistem evaluasi, karena ada sistem evaluasi yang dilakukan oleh guru, dan perkembangan belajar siswa dapat terlihat. Jika kelas seorang guru dapat menginspirasi potensi siswa, maka prestasi guru dalam mendidik siswa akan menjadi sesuatu yang membanggakan. Sebelumnya kita sudah membahas apa itu penilaian.
Penilaian itu sendiri adalah suatu proses memperoleh data dan informasi untuk menentukan tingkat potensi dan kemajuan siswa dalam belajar sehingga dapat dilakukan penilaian dan perbaikan untuk memaksimalkan prestasi siswa. Penilaian itu sendiri memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Penilaian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan belajar siswa agar dapat memahami kelebihan dan kekurangannya pada setiap bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajari.

2. Penilaian bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses persekolahan dan pengajaran, yaitu sejauh mana efektifitasnya dalam mengubah perilaku siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang dimaksudkan.
3. Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan tindak lanjut hasil evaluasi, yaitu untuk menyempurnakan dan menyempurnakan rencana pengajaran pendidikan dan strategi pelaksanaannya.
4. Tujuan penilaian adalah untuk meminta pertanggungjawaban sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Namun bukan hanya sekedar tujuan, evaluasi juga memiliki peran tersendiri, yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi formasi
Fitur ini dapat digunakan untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk meningkatkan proses pembelajaran dan untuk perencanaan remedial jika siswa membutuhkannya.
2. Fungsi penjumlahan
Fitur ini dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan atau hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada pihak-pihak, untuk menentukan kenaikan nilai, dan untuk menentukan kelulusan siswa.
3. Fungsi diagnostik
Fungsi ini membantu untuk memahami latar belakang siswa yang mengalami kesulitan belajar, termasuk latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memecahkan kesulitan tersebut.
4. Fungsi penempatan
Fitur ini membantu menempatkan siswa dalam lingkungan belajar yang sesuai berdasarkan tingkat kemampuan mereka (misalnya, mengidentifikasi jurusan).
Selain tujuan dan fungsinya, evaluasi ini memiliki prinsip tersendiri yang harus diterapkan dan tidak boleh menyimpang dari prinsip yang telah ditetapkan. Prinsip evaluasi tersebut meliputi:

1. Sahih, yaitu penilaian harus berdasarkan data yang mencerminkan kemampuan yang terukur, tidak ada pemalsuan data.
2. Obyektif, artinya penilaian harus berdasarkan prosedur dan kriteria yang jelas, bebas dari subjektifitas penilai.
3. Pemerataan, artinya penilaian harus tepat dan karenanya tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena kebutuhan khusus mereka dan perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan latar belakang gender.
4. Sintesis, yaitu penilaian merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran.
5. Publisitas berarti prosedur evaluasi, kriteria evaluasi, dan dasar pengambilan keputusan harus diketahui oleh pihak-pihak terkait.
6. Komprehensif dan berkesinambungan artinya penilaian harus mencakup seluruh aspek kompetensi, dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang tepat untuk memantau dan menilai perkembangan kompetensi siswa.
7. Sistematis, artinya evaluasi harus dilakukan secara terencana dan bertahap, yaitu sesuai prosedur standar.
8. Toxic Criteria, artinya penilaian harus didasarkan pada skala pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.
9. Akuntabel artinya penilaian harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik maupun hasil.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu memperhatikan evaluasi program pembelajaran yang diterapkan di kelas. Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru merupakan salah satu elemen kunci dalam proses belajar mengajar. Penilaian ini dilakukan oleh guru setelah proses pembelajaran atau transfer pengetahuan melalui tugas dan materi yang diinstruksikan selesai. Penilaian yang dilakukan oleh guru dapat bersifat formatif dan komprehensif. Ketika evaluasi selesai, evaluasi selesai. Pengertian evaluasi sebagai evaluasi pembelajaran tidak terlalu tepat. Hal ini dikarenakan penilaian yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran hanya dimungkinkan dalam batas-batas tertentu, yaitu berkenaan dengan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah atau belum tercapai. Penilaian pembelajaran tidak hanya mengkaji nilai yang diukur dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru, tetapi penilaian program juga mengkaji banyak faktor. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkenalkan evaluasi program kepada semua guru, karena evaluasi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 
 Ada tujuh hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi program pembelajaran: 
1. Analisis Kebutuhan 
 Dalam hal ini, analisis dilakukan oleh guru untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan memprioritaskan pemecahannya. Analisis dilakukan oleh guru dan penentuan kebutuhan siswa dilakukan baik secara individu maupun kelompok. 
 2. Menentukan tujuan ujian 
 Selain itu, guru juga harus menentukan tujuan ujian. Tujuan evaluasi harus jelas dan jelas karena sangat mempengaruhi arah, ruang lingkup materi, model pembelajaran yang digunakan, dan karakteristik alat evaluasi. Tujuan evaluasi harus didasarkan pada jenis evaluasi yang dilakukan oleh guru. Sebagai contoh: B. Penilaian formatif, komprehensif, penilaian, atau diagnostik. Saat mengembangkan tujuan evaluasi, Anda perlu mempertimbangkan cakupan hasil belajar siswa Anda. 
 3. Mengidentifikasi Kompetensi dan Hasil Belajar 
 Guru mengidentifikasi kemampuan dan hasil belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang ada pada kurikulum yang berlaku, mulai dari kriteria kompetensi, kompetensi inti, hasil belajar siswa hingga indikator peningkatan pembelajaran. 
 4 Membuat kisi-kisi
Dalam hal ini, membuat kisi yang dibuat oleh guru terkait dengan evaluasi yang terkait dengan materi yang diajarkan guru kepada siswa. Fitur grid adalah panduan untuk menulis dan mengedit pertanyaan pada tes siswa. Grid juga perlu didasarkan pada silabus, sehingga guru harus terlebih dahulu menganalisis silabus sebelum merakit grid. 
5. Rancangan Perangkat Pengembangan 
 Perangkat evaluasi yang dirancang guru dapat dalam format tes atau non-tes. Dalam bentuk tes, ini berarti guru harus mengajukan pertanyaan dengan pertanyaan yang jelas dan terfokus. Dalam bentuk non tes, guru dapat melakukannya dalam bentuk angket, lembar observasi, kegiatan wawancara dan penelitian dokumen. 
 6. Pengujian dan Analisis Masalah 
 Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan yang perlu diubah, diperbaiki, atau bahkan dibuang, dan pertanyaan-pertanyaan yang layak untuk digunakan lebih lanjut. Soal yang baik adalah soal yang telah diuji dan direvisi berdasarkan analisis empiris dan rasional. 
 7. Memodifikasi dan Mengedit Soal 
Setelah memeriksa dan menganalisis soal, langkah selanjutnya adalah memodifikasi soal sesuai dengan hubungan antara kesukaran soal dan selektivitas. Ada pertanyaan yang dapat diperbaiki mengenai bahasa dan konten, dan pertanyaan yang perlu diperbaiki sepenuhnya.

No comments:

Post a Comment

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah Nim : 12001251 Kelas : 4G PERANGKAT PEMBELAJARAN                  Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu pe...