Tuesday, April 19, 2022

MANAJEMEN KELAS

Nama : Siti Khusnul Fatimah
Nim : 12001251
Kelas : 4G
Maul : Magang 1 
MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru, memanfaatkan sumber daya sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen adalah serangkaian kegiatan atau tindakan yang dirancang untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya pembelajaran. Pengelolaan kelas merupakan syarat penting dalam menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif.
Menciptakan kelas yang nyaman adalah studi tentang manajemen kelas, karena manajemen kelas adalah serangkaian perilaku dimana guru berusaha untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan baik. Efektivitas pengelolaan kelas sangat tergantung pada bagaimana guru memahami seluruh aspek pelaksanaannya.
Upaya guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi diharapkan efektif bila:
1. Pengetahuan yang akurat tentang faktor-faktor yang dapat mendukung terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses pengajaran;
2. Memahami harapan dan potensi masalah yang dapat mengganggu iklim pengajaran; dan
3. Menguasai berbagai metode dalam pengelolaan kelas, serta mengetahui kapan dan untuk masalah apa suatu metode digunakan (Entang dan Joni, 1983:7).
Manajemen kelas merupakan upaya total guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pengelolaan kelas menentukan berhasil tidaknya pembelajaran guru dan siswa.
Terlihat bahwa peran guru dalam pengelolaan kelas sangat menentukan efektivitas guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Manajemen kelas berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata manage yang berarti mengurus, memimpin, mencapai,  dan  memerintah.
Tujuan pengelolaan kelas secara inheren tertanam dalam tujuan pendidikan. Secara umum, tujuan pengelolaan kelas adalah untuk menyediakan fasilitas bagi berbagai kegiatan belajar siswa di lingkungan sosial, emosional dan intelektual kelas. Fasilitas yang diberikan memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, menciptakan suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, pengembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi siswa "Djamarah dan Zain, 2010:178".
Manajemen kelas adalah pengaturan kegiatan secara sadar dan sistematis dalam proses belajar mengajar. Upaya sadar ini meliputi penyiapan bahan ajar, penyediaan alat peraga dan media atau media pembelajaran, penataan ruang belajar, dan penciptaan suasana belajar yang kondusif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru yang melakukan pengelolaan kelas harus memahami seluruh aspek kegiatan pengelolaan kelas atau manajemen kelas.
Tujuan pengelolaan kelas adalah untuk menyediakan fasilitas bagi berbagai kegiatan belajar siswa di lingkungan sosial, emosional dan intelektual kelas. Fasilitas yang diberikan memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, menciptakan suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap apresiatif terhadap siswa. Menurut Arikunto (1988:68), tujuan pengelolaan kelas adalah memungkinkan setiap anak di dalam kelas bekerja dengan tertib sehingga tujuan guru tercapai dengan segera dan efisien serta efektif.
Kegiatan pengelolaan kelas bertujuan untuk menciptakan dan memelihara kondisi yang optimal bagi proses belajar siswa, seperti mengembangkan hubungan siswa-guru yang baik, penguatan, hukuman, dan pemberian tugas. Tujuan dari manajemen kelas adalah:
1. Memahami situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, sehingga memungkinkan siswa untuk memaksimalkan kemampuannya;
2. Menghilangkan hambatan yang dapat menghambat terwujudnya interaksi belajar;
3. Menyediakan dan menata sarana dan prasarana belajar untuk mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di dalam kelas; dan
4. Untuk melatih dan membimbing siswa sesuai dengan karakteristik sosial, ekonomi, budaya dan pribadi mereka. Kemampuan seorang guru untuk memahami dan menerapkan konsep-konsep pengelolaan kelas merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran.
Prinsip Manajemen Kelas
Dalam pengelolaan kelas, ada beberapa prinsip yang harus ditempuh sebagai prasyarat terciptanya model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu “Mu Haimin, 2002: 137-144”.
1. persiapan
Kesiapan belajar adalah pematangan dan pertumbuhan fisik, mental, intelektual, latar belakang pengalaman, standar hasil belajar, motivasi, persepsi, dan faktor lain yang memungkinkan seseorang untuk belajar.
2. Prinsip “motivasi”
Motivasi adalah dorongan atau tarikan yang menyebabkan perilaku bergerak menuju suatu tujuan. Adanya motivasi akan sangat menunjukkan minat, memiliki minat dan rasa ingin tahu yang kuat dalam melakukan kegiatan belajar, bekerja keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut dan tetap bekerja sampai tugas selesai.
3. Perhatikan prinsipnya
Perhatian merupakan strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan, yaitu menghadapi masalah, meninjau secara singkat isi masalah, memusatkan perhatian pada aspek yang relevan, dan mengabaikan rangsangan yang tidak relevan. Perhatian merupakan faktor yang sangat besar dalam proses belajar.
4. Prinsip persepsi
Prinsip umum yang perlu diperhatikan saat menggunakan persepsi adalah:
a. Semakin baik persepsi terhadap sesuatu, semakin mudah siswa belajar mengingat sesuatu.
b. Dalam pembelajaran perlu untuk menghindari kesalahpahaman, karena hal ini juga membuat siswa salah memahami apa yang mereka pelajari.
c. Dalam pembelajaran hendaknya diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati objek nyata, sehingga siswa dapat memperoleh persepsi yang lebih akurat.
5. Prinsip reservasi
Retensi adalah sesuatu yang tertinggal yang dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi, pengetahuan yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat dipanggil kembali saat dibutuhkan. Oleh karena itu, tingkat retensi akan menentukan hasil yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran.
6. Prinsip pemindahan
Transfer adalah proses di mana apa yang dipelajari mempengaruhi proses belajar hal-hal baru. Oleh karena itu, transfer berarti menghubungkan apa yang telah dipelajari dengan apa yang baru saja dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan atau masalah di tempat kerja yang akan dihadapi di masa depan.

No comments:

Post a Comment

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Siti Khusnul Fatimah Nim : 12001251 Kelas : 4G PERANGKAT PEMBELAJARAN                  Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu pe...