NAMA : SITI KHUSNUL FATIMAH
NIM : 12001251
KELAS : 4G
MANAJEMEN SEKOLAH
Manajemen sekolah adalah kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan, baik nasional maupun kelembagaan, yang hasilnya dapat dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator pencapaian kinerja sekolah. Kepala sekolah harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya mengelola berbagai komponen sekolah guna mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Kepala sekolah menunjukkan dua peran utamanya, peran manajer dan peran pemimpin.
Manajemen sekolah adalah tindakan manajemen dan administrasi sekolah. Manajemen sekolah berarti memberdayakan manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Ada dua aspek manajemen sekolah, yaitu manajemen eksternal dan manajemen internal.
Pengelolaan internal sekolah meliputi perpustakaan, laboratorium, gedung dan sarana fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan penilaian pendidikan, dan hubungan guru-murid. Sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak-pihak di luar sekolah, seperti masyarakat, Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan, dan pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah.
Manajemen sekolah adalah pengelolaan sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Manajemen sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam peningkatan mutu dan prestasi sekolah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami pelaksanaan manajemen sekolah; 2) memahami peran manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu dan prestasi sekolah; 3) mengidentifikasi sekolah Mengelola masalah yang dihadapi dalam meningkatkan mutu dan prestasi sekolah.
manajemen sekolah itu lebih baik dalam aspek manajemen pembelajaran, manajemen siswa, manajemen personalia, manajemen sarana dan prasarana, manajemen keuangan, manajemen hubungan masyarakat dan manajemen layanan khusus. Peran manajemen dalam meningkatkan mutu dan prestasi sekolah adalah meningkatkan manajemen melalui manajemen mutu, mengubah pola pikir dan arah kerja guru, meningkatkan mutu guru melalui berbagai program peningkatan mutu, meningkatkan kualitas peserta didik yang meliputi aspek kognitif, afektif. dan psikomotorik, serta sebagai implementasi penelitian komparatif dan inovasi pendidikan.
Tujuan manajemen sekolah
Menurut Sagala (2007), manajemen sekolah bertujuan untuk mencapai tatanan kerja yang lebih baik di empat bidang.
1. Meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya dan personel.
2. Meningkatkan profesionalisme guru sekolah dan tenaga kependidikan.
3. Munculnya ide-ide baru dalam implementasi kurikulum, penerapan teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan sumber belajar.
4. Meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Tujuan utama penerapan manajemen sekolah pada hakikatnya adalah untuk menyeimbangkan struktur kekuasaan antara sekolah, proses penyelenggaraan pemerintah daerah dan pusat, sehingga pengelolaan menjadi lebih efisien. Kekuatan pembelajaran diserahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri, yaitu sekolah.
Selain itu, memberdayakan sekolah agar dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan masyarakat. Tujuan penerapan manajemen sekolah adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui kewenangan kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Lebih rincinya manajemen sekolah bertujuan untuk:
1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
3. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya.
4. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
Menurut Percy E. Burrup fungsi-fungsi manajemen sekolah adalah:
1. Merencanakan cara dan langkah-langkah mewujudkan tujuan program sekolah.
2. Mengalokasikan baik sumber daya maupun kegiatan mengajar sehingga masing-masing tahu tugas dan tanggung jawab.
3. Memotivasi dan menstimulus kegiatan staf pengajar sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
4. Mengkoordinir kegiatan anggota staf pengajar dan setiap satuan tugas di sekolah sehingga tenaga dapat digunakan seefektif mungkin.
5. Menilai efektivitas program dan pelaksanaan tugas pengajaran dan tujuan-tujuan sekolah yang ditentukan sudah tercapai apa belum. Dan menilai pertumbuhan kemampuan mengajar tiap guru.
Dalam manajemen sekolah terdapat beberapa bidang, yaitu sebagai berikut :
1. Manajemen kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan salah satu aspek penting dan utama yang ada disekolah. Prinsip dasarnya yaitu mengupayakan agar kegiatan belajar mengajar ini dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya. Manajemen kurikulum terdiri dari 4 tahapan, yaitu : merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, dan mengendalikan.
2. Manajemen kesiswaan
Manajemen kesiswaan berfungsi sebagai pengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan siswa, dimana siswa ini menjadi bagian dari organisasi sekolah. Maksudnya yaitu seluruh siswa dan siapa pun yang menjadi siswa disekolah termasuk kedalam organisasi sekolah, bukan 'siswa (orangnya)' yang mengikuti organisasi yang ada disekolah. Disekolah, siswa hendaknya diperlakukan sebagaimana mestinya, guru harus mengamati kondisi masing-masing siswanya dan menyatakan bahwa terdapat perbedaan didalam diri masing-masing siswa tersebut. Guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa agar selalu bersemangat dan mau untuk belajar, dan guru harus dan setidaknya bisa membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.
3. Manajemen personalia
Manajemen personalia merupakan manajemen yang berbicara tentang bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan cara memanfaatkan sumber daya manusia terbaik yang ada disekolah, dan bagaimana agar bisa menciptakan budaya kerja serta mengajar yang sehat dan baik agar semua pihak yang terlibat seperti guru, siswa, dan yang lainnya itu bisa mendapatkan hasil yang maksimal, juga dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan sekolah tersebut.
4. Manajemen keuangan
Manajemen keuangan ini tentu sangat berkaitan dengan sekolah, karena tidak dapat sekolah itu berdiri tanpa adanya dana. Manajemen keuangan ini berisi tentang perputaran dana yang masuk dan dana yang keluar dari sekolah, dan bagaimana caranya agar bisa menciptakan peraturan yang mampu materil agar sekolah tetap bisa beroperasi.
5. Manajemen infrastruktur
Manajemen infrastruktur ini merupakan yang mengatur segala infrastruktur yang ada disekolah, mendata dan merawat seluruh sarana dan prasarana uang ada disekolah secara periode, dan tata cara merawat nya dengan benar serta mampu harus memperbarui data-datanya.
Dalam manajemen sekolah, setiap lembaga pastinya mempunyai harapan agar mutu pendidikan yang dikelola disekolah dapat berhasil dan bermutu. Namun, kenyataan nya dilapangan, kualitas pendidikan yang ditangani lembaga pendidikan masih banyak mengalami kendala dalam pencapaian mutu pendidikan tersebut. Menurut Husnaini Usman, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan, antara lain :
1. Kebijakan atau aturan dalam penyelenggaraan pendidikan masih banyak menggunakan dan menerapkan pendekatan fungsi produksi pendidikan dan analisis yang tidak konsisten.
2. Penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan cara sentralistik atau pengaturan kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.
3. Dan peran masyarakat terutama orang tua siswa masih sangat rendah dalam berpartisipasi di penyelenggaraan pendidikan.
No comments:
Post a Comment